Rupiah Sore Ini Bertahan di Zona Merah

Rabu, 13 September 2017 - 17:14 WIB
Rupiah Sore Ini Bertahan...
Rupiah Sore Ini Bertahan di Zona Merah
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan sore hari ini enggan bergerak ke jalur hijau alias masih melemah sejak pembukaan tadi pagi. Pelemahan mata uang garuda terjadi saat USD masih bertahan menguat.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.201/USD melemah tipis dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.200/USD. Rupiah sendiri berada pada kisaran level Rp13.197-Rp13.216/USD.

Sementara, berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan perdagangan hari ini turun ke level Rp13.194/USD dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp13.190/USD. Rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.184-Rp13.213/USD.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah sore ini tertahan di level Rp13.209/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah melemah cukup dalam sebesar 23 poin dari posisi sebelumnya di level Rp13.186/USD.

Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berakhir di level Rp13.207/USD atau lebih baik dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.230/USD.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (13/9/2017), USD masih terus bertahan menguat dengan investor mengharapkan hari yang sepi untuk mata uang menjelang data inflasi utama yang akan dirilis besok. Hal ini akan diawasi ketat oleh Federal Reserve AS karena mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga.

Sebagian besar perdagangan mata uang dalam kisaran sempit, poundsterling fokus untuk mencapai level tertinggi dalam satu tahun di atas level 1,33 per USD dan level tertinggi dalam enam pekan di perdagangan.

Poundsterling kembali menguat pada hari sebelumnya didukung data inflasi Inggris yang kuat, yang mendorong ekspektasi bahwa Bank of England tidak akan menunggu terlalu lama sebelum menaikkan suku bunga.

USD diperdagangkan turun 0,1% pada hari ini terhadap beberapa mata uang utama di level 91,758, tepat di atas level terendahnya dalam 2,5 2 tahun yang menyentuh pekan lalu.

"Semua orang menunggu data inflasi besok dan The Fed pekan depan. Sekarang ini adalah wait and see bagi investor melihat USD," kata ahli strategi mata uang Commerzbank Esther Reichelt, di Frankfurt.

Menurutnya, satu-satunya faktor lain yang kemungkinan akan memicu pergerakan signifikan adalah meningkatnya ketegangan di Korea Utara.

Greenback merosot ke level terendah dalam 10 bulan di level 107.320 yen pada kahir pekan kemarin ketika Badai Irma mengancam Florida dan karena pasar keuangan menguat untuk kemungkinan uji coba rudal atau nuklir lainnya oleh Korea Utara.

Sejak saat itu, risk aversion telah turun secara signifikan, mendorong kenaikan yield Treasury AS ke level tertinggi dua pekan. USD terhadap yen sore ini melemah ke level 109,95 setelah naik di awal sesi ke posisi 110,255, tertinggi sejak 1 September.

Euro terhadap USD mengalami kenaikan moderat di hari sebelumnya dan terakhir naik 0,1% ke level 1,1984. Bitcoin turun hampir 5%, tepat di bawah 4.000 per USD, setelah Jamie Dimon, chief executive JPMorgan Chase & Co, mengatakan bahwa cryptocurrency adalah penipuan dan akan meledak.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
2 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved