Golden Year Berwirausaha

Senin, 18 September 2017 - 06:04 WIB
Golden Year Berwirausaha
Golden Year Berwirausaha
A A A
Berapa umur terbaik untuk mulai berwirausaha? 20 tahun hingga menjelang usia 30 tahun. Itu setidaknya kalau kita melihat sosok sukses dari Steve Jobs (Apple) hingga Mark Zuckerberg (Facebook); dari Achmad Zacky (Bukalapak) hingga Nadiem Makarim (Go-Jek).

Entrepreneur pada usia ini umumnya memanfaatkan lahirnya industri baru, seperti komputer (Jobs, Gates), jejaring sosial (Zuckerberg), toko online (Zacky), atau sharing platform (Nadiem). Banyak dari mereka merelakan sekolahnya enggak kelar, alias drop-out (Gates, Jobs, Zuckerberg) untuk mengejar peluang menganga dari munculnya bisnis baru.

Ada juga sekumpulan entrepreneur yang memulai bisnis pada usia 30-40 tahun. Mereka antara lain Michael Blomberg (Blomberg), Howard Schultz (Starbucks), hingga Martha Tilaar (MTG). Di kelompok ini mereka biasanya merintis bisnis di industri yang sudah mapan dan cenderung minim inovasi. Namun, tak sedikit pula entrepreneur hebat yang justru mulai merintis bisnisnya pada usia senja. Sebut saja Colonel Sanders KFC, 62; Ray Kroc, McDonalds, 52; atau Reid Hoffman, LinkedIn, 43.

Masa Belajar

So, kapan kita sebaiknya mulai berwirausaha? As young as possible! Semakin muda, semakin baik. Karena semakin muda, akan semakin banyak waktu untuk bereksperimen; semakin punya nyali untuk menanggung berbagai risiko yang menghadang dan semakin banyak kesempatan belajar dari kegagalan. Barangkali tak sampai 1% orang memulai bisnis langsung sukses.

Lebih dari 99% entrepreneur jatuh-bangun pada awal-awal memulai bisnis. Ada yang telak bangkrut, kapok, dan balik menjadi karyawan. Ada yang jatuh, tapi bangun lagi dan getting stronger. Ada yang pindah-pindah jenis usaha sampai ketemu yang pas dan membawa hoki. Masa belajar dan bereksperimen itu kira-kira 3-5 tahun. Itu pun bukan jaminan, banyak juga yang 10 tahun lebih berbisnis, tapi stuck enggak kunjung menuai sukses.

Di tengah masa belajar itulah mental entrepreneurship ditempa. Beribu kegagalan, beribu pelajaran, dan beribu pengalaman pun didapat. Itulah modal terbesar seorang entrepreneur . Dan ingat, pengalaman berwirausaha itu tidak bisa diperoleh melalui teori, jadi harus nyemplung langsung menjalankan bisnis riil.

Bukan dengan kuliah yang diajar oleh dosen yang tak pernah berwirausaha; bukan dengan simulasi, bukan pula dengan case study seperti di sekolah bisnis. Ada tiga alasan kenapa harus nyemplung berwirausaha sedini mungkin.

#1. Keberanian Berisiko

Ketika kita muda, apalagi belum berkeluarga, tak punya tanggungan anak, tak punya cicilan rumah di bank, maka kita akan lebih berani menanggung berbagai risiko saat merintis bisnis. Saat muda kita lebih berani menghadapi tantangan. Jiwa muda juga membuat kita tak banyak pertimbangan sehingga cepat mengambil keputusan. Semua ini prasyarat penting memulai bisnis. Think fast, decide fast , take the risks fast.

#2. Energi Berlebih

Ketika muda, kita memiliki energi yang luar biasa. Saat memulai bisnis, kita bakal menghadapi cobaan tiada henti. Karena itu energi, motivasi, dan antusiasme yang meluap-luap dibutuhkan untuk menghadapi beragam hambatan bisnis yang bakal dihadapi saat merintis bisnis. The younger, the more energy, motivation, and enthusiasm.

#3. Kesempatan Gagal

Usia muda memungkinkan kita mendapatkan kesempatan untuk mengalami lebih banyak kegagalan. Dengan lebih banyak belajar dari kegagalan-kegagalan tersebut, maka kemungkinan kesuksesan yang diraup juga akan lebih besar. Failed more, learn more, success more.

Golden Year

Kalau memang harus as young as possible, pertanyaannya kemudian, kapan tepatnya harus mulai nyemplung berwirausaha? Saat SMP/SMA atau semasa kuliah? Bagi saya, membangun kewirausahaan itu mencakup dua hal: character dan competence. Membangun karakter menyangkut soft aspect, yaitu membentuk nilai-nilai dan perilaku. Sementara competence menyangkut hard aspect, yaitu mengembangkan keahlian mengelola bisnis.

Dalam konteks itu, membangun karakter anak untuk berwirausaha haruslah dimulai sejak SMP/SMA. Caranya, seperti saya katakan, dengan nyemplung dan mengalami langsung berbisnis, bukan dengan teori atau simulasi. Kenapa? Karena karakter terbentuk melalui proses jatuh-bangun menghadapi persoalan bisnis riil.

Nah, seiring dengan meningkatnya kemampuan kognitif anak, pembentukan competence diintensifkan pada saat mereka kuliah. Di situlah mereka mulai mengasah kemampuan mengelola bisnis riil, mulai dari operasi, pemasaran, keuangan, SDM, dan sebagainya.

Pertanyaan terakhir, mana yang lebih penting. membangun karakter atau competence berwirausaha? Bagi saya, karakter lebih penting, karena karakter adalah fondasinya. Itu sebabnya masa-masa pembentukan karakter wirausaha saat SMP/SMA adalah masa-masa yang sangat kritikal dalam entrepreneurial journey seseorang. Saya menyebutnya masa-masa SMP/ SMA adalah the ”golden year” of Entrepreneurship

YUSWOHADY
Managing Partner, Inventure www.yuswohady.com
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terancam Tutup, Perusahaan...
Terancam Tutup, Perusahaan Perparkiran Butuh Sederet Relaksasi Pajak
Sosialisasikan COVID-19,...
Sosialisasikan COVID-19, Pengelola Apartemen Manfaatkan Jaringan TV Lokal
Pabrik Mulai Berproduksi,...
Pabrik Mulai Berproduksi, VW Ubah Logo seperti Game PacMan
Jukir CentrePark Kembalikan...
Jukir CentrePark Kembalikan Dompet Temuan Berisi Jutaan Rupiah ke Pemiliknya
Pura Trans dan Hino...
Pura Trans dan Hino Latih Smart Driving untuk Para Sopir
Berkat Kerja Keras Tim,...
Berkat Kerja Keras Tim, CentrePark Raih Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
Berita Terkini
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
35 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved