Bersikeras Terapkan Biaya Top Up E-Money, BI Ingin Keseragaman

Selasa, 19 September 2017 - 20:49 WIB
Bersikeras Terapkan...
Bersikeras Terapkan Biaya Top Up E-Money, BI Ingin Keseragaman
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI)‎ akan tetap mengeluarkan aturan pengenaan biaya isi ulang atau top up uang elektronik (e-money). Alasan BI tetap mengeluarkan aturan ini demi menyeragamkan biaya setiap pengisian e-money di semua tempat.

Direktur Eksekutif Pusat Program Transformasi Bank Indonesia, Aribowo mengatakan, ‎rencana kebijakan pengenaan biaya top-up atau isi ulang uang elektronik untuk memberikan kenyamanan, kemudahan, keamanan dan efisiensi bagi masyarakat dalam bertransaksi non tunai menggunakan uang elektronik.

"Pengaturan fee top-up khususnya untuk transaksi off-us (isi ulang e-money bukan di bank penerbitnya) ditujukan untuk menyelaraskan tarif yang saat ini berbeda-beda," tutur Ari di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (19/9/2017).

(Baca Juga: Gubernur BI: Biaya Top Up E-Money Bukan untuk Keuntungan Bank )

Lebih lanjut dia mencontohkan, saat ini masyarakat yang memiliki produk e-money merek A tetapi mengisi ulang di bank B, maka dikenakan biaya sebesar Rp 6.500 dan ketika mengisi ulang di toko ritel atau halte Transjakarta‎ dikenakan biaya sekitar Rp 1.000 hingga Rp 3.000. Belum ada trasehold atau batasan yang mengatur mengenai tarif tersebut.

"Ini yang kami ingin seragamkan‎ dengan aturan, besarnya biaya top-up uang elektronik nantinya sangat memperhatikan sisi kewajaran, mempertimbangkan lokasi channels untuk top-up. Ini nanti kami turunkan harganya dengan signifikan," katanya.

Lebih lanjut, untuk biaya pengisian e-money dengan merek A dan dilakukan di bank A (on-us), kata Ari, Bank Indonesia akan memberlakukan batasan. Sehingga, nantinya pengisian jumlah tertentu bisa dibebaskan biaya isi ulang.

"Di atas thershold tertentu, top-up akan diperkenakan untuk mengenakan fee sesuai capping, namun wajar, tidak berlebihan dan BI menjaga agar tidak ada rente ekonomi," paparnya.

Namun, Ari tidak menjelaskan berapa nilai pengisian e-money yang tidak dikenakan biaya karena masih dalam pembahasan dan akan diumumkan ketika aturan sudah dikeluarkan. "Tidak usah khawatir, biaya yang diterapkan akan wajar dan sangat ringan, sehingga konsumen mampu melakukannya," ucapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
MotionBanking Mengintegrasikan...
MotionBanking Mengintegrasikan Fitur e-Money dari MotionPay
Perkuat Inovasi Teknologi,...
Perkuat Inovasi Teknologi, BNC Bertekad Jadi Bank Digital Terdepan
Mandiri E-Money Kini...
Mandiri E-Money Kini Bisa Digunakan di Layanan Teman Bus
Hingga Juli, Transaksi...
Hingga Juli, Transaksi E-Money Mandiri Capai Rp7,4 Triliun
Bank Mandiri Terbitkan...
Bank Mandiri Terbitkan Kartu E-Money Edisi Jak Lingko
GoPay Tetap Memimpin...
GoPay Tetap Memimpin Pasar E-Money Indonesia
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
3 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
3 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
3 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
4 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
4 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
4 jam yang lalu
Infografis
Line Up Timnas Indonesia...
Line Up Timnas Indonesia U-22 Lawan Filipina di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved