Daya Beli Tak Stabil, Pengembang Rem Pembangunan

Selasa, 26 September 2017 - 01:02 WIB
Daya Beli Tak Stabil,...
Daya Beli Tak Stabil, Pengembang Rem Pembangunan
A A A
SEMARANG - Pengembang perumahan khususnya untuk kelas menengah ke atas memilih untuk mengerem pembangunan perumahan, karena kondisi daya beli masyarakat yang masih belum stabil.

Wakil Ketua Bidang Pertanahan DPD Realestat Indonesia (REI) Jawa Tengah, Wibowo Tedjosukmono mengatakan, saat ini kondisi penjualan perumahan masih naik turun dan belum sepenuhnya stabil. Hal itu tercermin dari beberapa kali pameran Property Expo 2017 yang menunjukan penjualan yang naik turun.

Disebutkannya, pada dua kali pameran sebelumnya berhasil menjual 54 dan 60 unit rumah, namun pada pameran properti yang digelar mulai 13-24 September di Mal Paragon menunjukkan penjualan yang merosot yakni hanya mampu menjual 29 unit dari target 70 unit.

"Padahal bulan September, tren penjualan harusnya membaik tapi kali ini justru jauh dari yang kita harapkan," katanya, Senin (25/9/2017).

Dia mengaku, dengan kondisi yang belum stabil tersebut banyak pengembang perumahan memilih untuk menahan diri melakukan pembangunan rumah. Selain itu, katanya, untuk mengurangi pengeluaran juga melakukan efisiensi anggaran.

Menurut dia, meskipun secara makro ekonomi di Jawa Tengah sudah bisa dibilang sudah cukup baik, kebijakan pemerintah juga sangat mendudukung, namun daya belinya masih cukup rendah.

"Belum lagi ditambah dengan suku bunga yang saat ini sangat rendah yakni 6,75 fix satu tahun, yang merupakan bunga terendah sepanjang sejarah, namun kenyataannya belum mampu mendongkrak daya beli," imbuhnya.

Dia berharap, dalam dua bulan yakni Oktober dan November, penjualan bisa membaik, karena jika penjualan semakin lesu maka akan banyak pengembang yang tidak dapat melakukan pengembangan.

"Saat ini kita hanya bisa berharap di bulan Oktober dan November saja, karena di bulan Desember biasanya masyarakat tidak melakukan pembelian properti," ucapnya.

Hal itu, kata dia, berbanding terbalik dengan kondisi penjualan pada perumahan dengan Falisitas Likuiditas Pembiayaan Perbankan (FLPP) yang saat ini masih cukup baik. "Kalau FLPP tidak begitu berdampak, penjualan masih cukup bagus karena memang segmen pasarnya berbeda," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penjualan Properti Menurun,...
Penjualan Properti Menurun, Tapi Rumah di Bawah Rp1,5 M Masih Laku Keras
Daya Beli Lemah Jadi...
Daya Beli Lemah Jadi Batu Kerikil Sektor Properti, Mampu Pulih?
Waketum REI Ikang Fawzi:...
Waketum REI Ikang Fawzi: Era Covid-19 Bikin Konsumen Lebih Cerdas Belanjakan Uang
Kelas Menengah Milenial...
Kelas Menengah Milenial Dominasi Pembelian Properti Residensial
Ketua REI Jabar 2024-2027...
Ketua REI Jabar 2024-2027 Menyadari Tantangan Sektor Real Estate Makin Berat
Respons Hasil Hitung...
Respons Hasil Hitung Cepat Pemilu, Pengusaha Properti: Kepastian Berusaha Bisa Segera Dihitung
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
48 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
3 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
5 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved