Penjualan Properti Menurun, Tapi Rumah di Bawah Rp1,5 M Masih Laku Keras

loading...
Penjualan Properti Menurun, Tapi Rumah di Bawah Rp1,5 M Masih Laku Keras
Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengakui, bila volume penjualan properti di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 secara umum mengalami penurunan. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengakui, bila volume penjualan properti di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 secara umum mengalami penurunan. Namun, dia tak menyebutkan secara detail ihwal jumlah penurunannya.

"Secara umum penjualan kami saat Covid-19 menurun," kata Paulus dalam diskusi virtual, Selasa (28/7).

(Baca Juga: Mau Selamat dari Krisis, Pengembang Properti Baiknya Jual Rumah Dibawah Rp1 M )

Dia menjelaskan, ada beberapa produk yang kini masih diburu konsumen untuk mempunyai hunian, yaitu di rumah dengan harga di bawah Rp1,5 miliar ke bawah. "Tapi jangan lihat kalau semuanya itu rendah. Untuk harga (rumah) Rp1,5 miliar ke bawah itu masih laku keras," ujarnya.

Seperti diketahui, Pandemi virus corona atau Covid-19 juga berdampak kepada penjualan di sektor properti. Tak tanggung-tanggung angka penurunannya mencapai 50 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

(Baca Juga: Genjot Kinerja, Emiten Properti Agresif Gandeng Perbankan )



Founder Panangian school of Property Panangian Simanungkalit mengatakan tren itu terjadi lantaran adanya penurunan di angka pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga, bisnis tersebut pun mengalami perubahan juga.

"Jadi secara umum, dengan pertumbuhan ekonomi yang minus, (penjualan) akan menurun signifikan, sekitar 50 persen," kata Panangian dalam acara Market Review di IDX Channel.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top