Industri Makin Menantang, Semen Indonesia Terus Berinovasi

Kamis, 28 September 2017 - 20:09 WIB
Industri Makin Menantang,...
Industri Makin Menantang, Semen Indonesia Terus Berinovasi
A A A
JAKARTA - PT Semen Padang mengungkapkan industri semen saat ini sangat menantang seiring dengan semakin ketatnya persaingan. Berbagai inovasi dilakukan perusahaan untuk menjaga brand produk dan meningkatkan bisnis.

Salah satu yang mereka lakukan adalah dengan mengembangkan corporate social responsibility (CSR), yang diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap produk perusahaan. Selain itu, memasuki era digital Semen Padang bersama induk perusahaan Semen Indonesia juga tengah mengembangkan e-commerce.

"Sebagai bagian dari Semen Indonesia Group bersama dengan Semen Tonasa dan Semen Gresik, kondisi saat ini kami akui sangat menantang. Di mana kondisi industri semen sedang berat-beratnya," ujar Corporate Secretary PT Semen Padang, Iskandar Zulkarnain Lubis dalam ajang Indonesia Digital Popular Brand Award 2017 di Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Dia mengungkapkan, saat ini perusahaan mengalami over supply hingga 40 juta ton per tahun. Untuk itu, dalam menghadapi tantangan ini masing-masing harus memiliki perbedaan dengan kompetitor.

"Semen Padang memiliki keunggulan sebagai industri semen pertama di Asia Tenggara. Kami pun terus berinovasi, memiliki pengalaman yang lama, dan selalu menjaga kualitas produk," terang Iskandar.

Semen Padang sendiri saat ini masih menguasai sekitar 40% di wilayah Sumatera. Dalam mengembangkan bisnis, perusahaan juga melakukan ekspor ke Australia.

"Melihat kondisi saat ini lebih prioritas untuk lokal. Kalau ekspor biaya transportasinya sangat besar," jelas Iskandar.

Adapun dalam ajang Indonesia Digital Popular Brand Award 2017, PT Semen Padang sukses meraih penghargaan sebagai salah satu brand populer kategori semen.

Chairman TRAS N CO Research, Tri Raharjo mengatakan, untuk menjadi brand yang selalu bersinar di ranah digital tidak mudah. Perlu fokus dan konsisten dengan satu layanan yang membuat semua proses bisnis menjadi sederhana dan dapat diakses dari mana saja.

“Brand dengan popularitas tertinggi di dunia digital berpotensi memenangkan pasar dan jadi produk pilihan netizen. Menjaga market share dengan selalu mengukur eksitensi di dunia digital akan membuat sebuah brand menjadi perkasa dan kampiun di industrinya,” ujarnya.

Adapun brand perusahaan yang sukses meraih penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2017, antara lain Pegadaian kategori Gadai, Semen Padang kategori Semen, GS Astra kategori Aki, Tiket.com kategori Situs Online Booking tiket Pesawat, Kereta dan Travel, Paramount Land kategori Developer Perumahan, Wika Energi kategori Water Heater dan Pemanas Air Tenaga Surya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dinas Kehutanan Pemprov...
Dinas Kehutanan Pemprov Sumatera Barat Studi Banding ke Semen Tonasa
Sambut Lebaran, SIG...
Sambut Lebaran, SIG Salurkan 64.601 Paket Kebutuhan Pokok
Sucofindo Sertifikasi...
Sucofindo Sertifikasi Sistem Manajemen Energi untuk Semen Padang
Gandeng PT Semen Padang,...
Gandeng PT Semen Padang, Pemprov Sumbar Lakukan Percepatan Vaksinasi Lansia
Hasil Drawing Semifinal...
Hasil Drawing Semifinal Liga 2: Persiraja Banda Aceh vs PSBS Biak, Malut United vs Semen Padang FC
Semen Padang Lepas 7.000...
Semen Padang Lepas 7.000 Ekor Ikan Bilih Hasil Budidaya ke Danau Singkarak
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
3 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
4 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
4 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
5 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved