Penggunaan Elpiji 3 Kilogram Tidak Tepat Sasaran

Jum'at, 29 September 2017 - 00:09 WIB
Penggunaan Elpiji 3...
Penggunaan Elpiji 3 Kilogram Tidak Tepat Sasaran
A A A
JAKARTA - Konsumsi elpiji bersubsidi 3 kilogram dinilai tidak tepat sasaran. Sebab, selama ini, elpiji tabung melon tersebut bisa dikonsumsi siapa saja. "Karena tidak diatur dengan mekanisme distribusi tertutup maka bisa dikonsumsi semua orang," tegas Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito di Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Dia mengatakan, sesuai ketentuan, elpiji 3 kilogram diperuntukkan bagi masyarakat dengan penghasilan Rp350 ribu per bulan dan usaha mikro dengan aset di bawah Rp100 juta. Namun di lapangan, kata Adiatma, elpiji 3 kilogram juga dikonsumsi untuk kegiatan pertanian, peternakan bahkan jasa laundry pakaian. "Waktu operasi pasar ada yang beli hingga enam tabung, artinya sudah tidak tepat sasaran," katanya.

Karena itulah, lanjut Adiatma, Pertamina menggandeng Pemprov Jawa Tengah (Jateng) dan DKI Jakarta agar dibuat Peraturan Daerah. "Untuk Jateng akan segera diterbitkan, begitu pula DKI Jakarta yang sudah meminta kepada PNS untuk tidak menggunakan elpiji 3 kilogram," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, akibat salah sasaran, dari data yang diterimanya dari PT Pertamina, fenomena kelangkaan elpiji justru berbanding terbalik dari jumlah alokasinya. Di mana Jawa Tengah melebihi kuota yang ditetapkan sebelumnya.

"Kemarin memang saya tanya, kenapa langka? Ternyata Jawa Tengah sudah melebihi empat persen dari target jumlah gas elpiji yang sudah dialokasikan," katanya.

Banyaknya keluarga mampu yang juga membeli gas melon, menurut Ganjar, memang menjadi salah satu penyebab. Tentu hal itu disesalkan, karena sebenarnya subsidi gas melon hanya diberikan kepada keluarga miskin dan rentan miskin dengan kriteria yang sudah ditetapkan.

"Mereka lari membeli elpiji yang paling murah. Maka elpiji melon ini dipakai rebutan sehingga langka," lanjut Ganjar.

Terkait antisipasi jangka panjang, Ganjar mengusulkan agar distribusi gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram dilakukan secara tertutup. Melalui cara itu, pemerintah bisa menjamin agar penyaluran, tepat sasaran sekaligus mengantisipasi kelangkaan elpiji di masyarakat. Sebaliknya, jika distribusi tetap dilakukan cara terbuka seperti sekarang, dampaknya semua lapisan masyarakat bisa membeli secara bebas. Termasuk keluarga yang mampu, tentu saja.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)Sleman Endah Tri Yitnani, tidak menepis jika kesadaran masyarakat terkait subsidi gas melon masih rendah. Itu sebabnya, masih banyak di antara keluarga mampu namun masih membeli elpiji 3 kg, yang sebenarnya hanya ditujukan bagi keluarga miskin, rentan miskin, dan usaha mikro. Padahal, kata Endah, jika masyarakat yang tidak berhak tersebut meninggalkan dari gas melon, maka penggunaan gas subsidi tersebut akan menjadi efektif dan tepat sasaran.

"Hal ini dibuktikan dari banyaknya cadangan gas ukuran 12 kg dan 5 kg yang tidak dimanfatkan. Sebaliknya, gas 3 kg banyak diburu masyarakat, bahkan oleh pengusaha katering yang sebenarnya bukan target dari gas subsidi itu," kata dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT HTGJ Ogah Dituding...
PT HTGJ Ogah Dituding Distribusikan Elpiji Oplosan, Dukung Investigasi Pertamina
Ramadhan, Satgas Pertamina...
Ramadhan, Satgas Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji Sumbar Aman
Prediksi Konsumsi Naik...
Prediksi Konsumsi Naik 5%, Pertamina Pastikan Stok LPG Aman Saat Lebaran 2020
UMKM Serap 17 Persen...
UMKM Serap 17 Persen Elpiji 3 Kilogram
Pertamina Lakukan Penambahan...
Pertamina Lakukan Penambahan Fakultatif Kebutuhan LPG 3 Kg untuk Wilayah Jabodetabek
Orang Kaya Pakai Gas...
Orang Kaya Pakai Gas Melon, Pengamat: Malu Dong!
Berita Terkini
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
8 menit yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
21 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
10 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
13 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved