Harga Minyak Naik di Tengah Optimisme terhadap Permintaan
Jum'at, 29 September 2017 - 08:52 WIB
Harga Minyak Naik di Tengah Optimisme terhadap Permintaan
A
A
A
TOKYO - Harga minyak dunia naik pada hari ini dengan harga minyak mentah brent dan AS membuat kenaikan mingguan, karena para investor yakin bahwa upaya untuk mengurangi kekosongan global akan berjalan dan prospek permintaan membaik.
Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (29/9/2017), harga minyak mentah AS naik 2 sen menjadi USD51,58 per barel pada pukul 01.10 GMT. Kontrak tersebut menuju kenaikan mingguan keempat berturut-turut dan berada di jalur untuk kenaikan 9% pada bulan ini.
Sementara, harga minyak brent sebagai patokan harga minyak internasional, naik 22 sen menjadi USD57,63 per barel, menuju kenaikan mingguan kelima dan kenaikan 10% untuk bulan September.
Kenaikan harga, sebagian besar dari mereka dalam dua setengah pekan terakhir, saat para pedagang mengantisipasi permintaan baru dari penyuling AS yang memulai operasi setelah berhenti karena Badai Harvey.
Produsen minyak dunia utama di luar Amerika Serikat juga mengindikasikan bahwa mereka akan bertahan dengan pengurangan produksi untuk membatasi pasokan. Mereka mendapatkan dukungan dari ancaman Turki untuk memotong jalur pipa dari wilayah Kurdi di Irak setelah sebuah referendum di mana orang Kurdi memilih sangat berpihak pada kemerdekaan.
"Ada (ada) pandangan yang semakin positif dari sisi penawaran, dengan potensi gangguan produksi Kurdi, dan sejumlah besar agen energi yang mengindikasikan bahwa permintaan global meningkat," kata Jeffrey Halley, analis pasar senior di OANDA di Singapura.
Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan, pekan ini dia bisa menggunakan kekuatan untuk mencegah terbentuknya negara Kurdi yang independen dan mungkin akan menutup "tap" minyak tersebut.
Wilayah Kurdi mengekspor sekitar 500.000 barel per hari melalui pipa yang mengalir melalui Turki ke Laut Mediterania. Turki kemarin berjanji hanya akan mengurusi minyak mentah dengan pemerintah Irak, kata kantor Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi.
Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (29/9/2017), harga minyak mentah AS naik 2 sen menjadi USD51,58 per barel pada pukul 01.10 GMT. Kontrak tersebut menuju kenaikan mingguan keempat berturut-turut dan berada di jalur untuk kenaikan 9% pada bulan ini.
Sementara, harga minyak brent sebagai patokan harga minyak internasional, naik 22 sen menjadi USD57,63 per barel, menuju kenaikan mingguan kelima dan kenaikan 10% untuk bulan September.
Kenaikan harga, sebagian besar dari mereka dalam dua setengah pekan terakhir, saat para pedagang mengantisipasi permintaan baru dari penyuling AS yang memulai operasi setelah berhenti karena Badai Harvey.
Produsen minyak dunia utama di luar Amerika Serikat juga mengindikasikan bahwa mereka akan bertahan dengan pengurangan produksi untuk membatasi pasokan. Mereka mendapatkan dukungan dari ancaman Turki untuk memotong jalur pipa dari wilayah Kurdi di Irak setelah sebuah referendum di mana orang Kurdi memilih sangat berpihak pada kemerdekaan.
"Ada (ada) pandangan yang semakin positif dari sisi penawaran, dengan potensi gangguan produksi Kurdi, dan sejumlah besar agen energi yang mengindikasikan bahwa permintaan global meningkat," kata Jeffrey Halley, analis pasar senior di OANDA di Singapura.
Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan, pekan ini dia bisa menggunakan kekuatan untuk mencegah terbentuknya negara Kurdi yang independen dan mungkin akan menutup "tap" minyak tersebut.
Wilayah Kurdi mengekspor sekitar 500.000 barel per hari melalui pipa yang mengalir melalui Turki ke Laut Mediterania. Turki kemarin berjanji hanya akan mengurusi minyak mentah dengan pemerintah Irak, kata kantor Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi.
(izz)
Lihat Juga :