Keterbatasan Infrastruktur Kendala Pertumbuhan Indonesia

Selasa, 03 Oktober 2017 - 22:32 WIB
Keterbatasan Infrastruktur...
Keterbatasan Infrastruktur Kendala Pertumbuhan Indonesia
A A A
JAKARTA - Kebutuhan infrastruktur di perekonomian kota-kota besar Indonesia yang berkembang pesat sangatlah besar. Namun, minimnya investasi selama bertahun-tahun telah menyebabkan terjadinya defisit infrastruktur yang besar, sehingga menghambat pertumbuhan Indonesia dan membatasi laju pengentasan kemiskinan.

Ekonom Utama Bank Dunia di Indonesia Frederico Gil Sander pun memandang, stok modal (capital stock) publik per kapita Indonesia yang hanya sepertiga dari negara-negara berkembang lainnya, menyiratkan adanya kesenjangan aset infrastruktur yang diperkirakan sebesar sekitar USD1,5 triliun.

"Pemerintah Indonesia menyadari pentingnya infrastruktur, dan sebagai titik awal, menargetkan investasi tambahan di sektor transportasi, air bersih, energi dan sektor utama lainnya, sebesar lebih dari USD400 miliar selama tahun 2015-2019," kata Frederico di Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Meski demikian, komposisi belanja yang membaik telah menghasilkan investasi infrastruktur publik yang lebih besar pada semester pertama tahun ini. Menurut dia, investasi merupakan titik terang karena mengalami pertumbuhan paling pesat sejak kuartal terakhir tahun 2015 dimana hal ini didorong oleh investasi infrastruktur dan bangunan.

"Padahal, keterbatasan infrastruktur telah lama menjadi kendala utama bagi pembangunan Indonesia," ungkap dia.

Oleh sebab itu, infrastruktur yang lebih baik dan lebih terencana akan membantu Indonesia meningkatkan pertumbuhan serta pemerataan kemakmuran bagi lebih banyak masyarakatnya. "Meskipun alokasi anggaran untuk infrastruktur sudah lebih tinggi, sumber daya publik saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur negara," ujar dia.

Pemanfaatan investasi sektor swasta, dapat membantu Indonesia memenuhi kebutuhan infrastrukturnya yang besar dengan lebih cepat dan efisien. Selain itu, Pemerintah juga sudah mulai mengambil langkah-langkah untuk mengatasi situasi ini. "Reformasi yang berkelanjutan diperlukan untuk mempercepat laju investasi sektor swasta di bidang infrastruktur," ungkap dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Warga Lebak Banten Protes...
Warga Lebak Banten Protes Pembangunan Jembatan Lambat
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
TelkomGroup Berhasil...
TelkomGroup Berhasil Rampungkan Infrastruktur di Sumatra
Pembiayaan Infrastruktur...
Pembiayaan Infrastruktur Turun
Sarana Multi Infrastruktur...
Sarana Multi Infrastruktur Resmikan Fasilitas MCK Untuk Warga Desa Konga, NTT
Tingkatkan Daya Saing...
Tingkatkan Daya Saing Nasional dengan Pembangunan Infrastruktur
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
52 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved