BI Dinilai Tak Punya Ruang Lagi Turunkan Suku Bunga
Kamis, 05 Oktober 2017 - 11:32 WIB
BI Dinilai Tak Punya Ruang Lagi Turunkan Suku Bunga
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) menilai, Bank Indonesia (BI) tidak lagi mempunyai ruang untuk menurunkan tingkat suku bunga acuannya (BI 7-day repo rate) di masa mendatang. Karena BI sudah dua kali menurunkan tingkat suku bunga pada Agustus dan September 2017, sebesar 50 basis poins (bps) menjadi 4,25%.
(Baca: Suku Bunga Kredit Ogah Ikuti Penurunan BI 7-Day Repo Rate )
Direktur LPPI Krisna Wijaya mengatakan, suku bunga BI yang saat ini sebesar 4,25% merupakan suku bunga acuan yang sudah sangat rendah di tengah kondisi saat ini. Sebab itu, peluang suku bunga kembali diturunkan menjadi sangat sempit.
"Inflasi yang diproyeksikan tetap rendah pada kisaran 3%-4% pada 2017 dan 2018 akan membuat suku bunga acuan berada di level terendah. Namun LPPI melihat penurunan BI 7-day Reverse Repo Rate akan semakin sulit di masa akan datang," katanya dalam acara Economic and Banking Outlook LPPI di Hotel Le Meredien, Jakarta, Kamis (5/10/2017).
Menurutnya, kondisi ini membuka peluang bagi industri perbankan untuk dapat menurunkan suku bunga kreditnya. Saat ini, suku bunga kredit secara rata-rata baru turun sekitar 115 bps.
"Peluang untuk mendorong pertumbuhan di masa akan datang hanya bisa dicapai dengan penurunan dari suku bunga kredit. NIM perbankan saat ini berkisar 5,3% jauh di atas NIM negara tetangga di Asia Tenggara," terang dia.
Kendati demikian, LPPI melihat bahwa kondisi perbankan saat ini sudah membaik. Hal ini tercermin dari beberapa indikator kinerja perbankan secara rata-rata industri. Berdasarkan data Juli 2017 rasio kecukupan modal (CAR) perbankan berada di level 23%.
Selain itu, Return On Asset (ROA) juga berda pada level 2,5%, Loan to Deposit Ratio (LDR) pada fase normal yakni 89,2% dan Beban Operasional (BOPO) turun menjadi 79%. Sementara, rasio kredit bermasalah (NPL) juga sudah turun menjadi 3% dari 3,2%.
"Sementara pada periode sama tahun sebelumnya, CAR 23%, ROA 2,3%, BOPO 81%, dan NPL 3,2%," ujar Krisna.
(Baca: Suku Bunga Kredit Ogah Ikuti Penurunan BI 7-Day Repo Rate )
Direktur LPPI Krisna Wijaya mengatakan, suku bunga BI yang saat ini sebesar 4,25% merupakan suku bunga acuan yang sudah sangat rendah di tengah kondisi saat ini. Sebab itu, peluang suku bunga kembali diturunkan menjadi sangat sempit.
"Inflasi yang diproyeksikan tetap rendah pada kisaran 3%-4% pada 2017 dan 2018 akan membuat suku bunga acuan berada di level terendah. Namun LPPI melihat penurunan BI 7-day Reverse Repo Rate akan semakin sulit di masa akan datang," katanya dalam acara Economic and Banking Outlook LPPI di Hotel Le Meredien, Jakarta, Kamis (5/10/2017).
Menurutnya, kondisi ini membuka peluang bagi industri perbankan untuk dapat menurunkan suku bunga kreditnya. Saat ini, suku bunga kredit secara rata-rata baru turun sekitar 115 bps.
"Peluang untuk mendorong pertumbuhan di masa akan datang hanya bisa dicapai dengan penurunan dari suku bunga kredit. NIM perbankan saat ini berkisar 5,3% jauh di atas NIM negara tetangga di Asia Tenggara," terang dia.
Kendati demikian, LPPI melihat bahwa kondisi perbankan saat ini sudah membaik. Hal ini tercermin dari beberapa indikator kinerja perbankan secara rata-rata industri. Berdasarkan data Juli 2017 rasio kecukupan modal (CAR) perbankan berada di level 23%.
Selain itu, Return On Asset (ROA) juga berda pada level 2,5%, Loan to Deposit Ratio (LDR) pada fase normal yakni 89,2% dan Beban Operasional (BOPO) turun menjadi 79%. Sementara, rasio kredit bermasalah (NPL) juga sudah turun menjadi 3% dari 3,2%.
"Sementara pada periode sama tahun sebelumnya, CAR 23%, ROA 2,3%, BOPO 81%, dan NPL 3,2%," ujar Krisna.
(izz)
Lihat Juga :