Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil, BI Repo Rate Bakal Ditahan
Rabu, 16 September 2020 - 23:18 WIB
loading...
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan pada RDG bulan September, Bank Indonesia (BI) diperkirakan berpotensi mempertahankan BI 7-day repo rate (BI7DRR) di level 4,00%. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan pada RDG bulan September, Bank Indonesia (BI) diperkirakan berpotensi mempertahankan BI 7-day repo rate (BI7DRR) di level 4,00% mempertimbangkan beberapa faktor. Faktor pertama adalah perkembangan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek ini yang menunjukkan volatilitas nilai tukar rupiah secara rata-rata meningkat pada bulan September.
(Baca Juga: Tahan Suku Bunga Acuan, Jurus BI Cegah Dana Asing Kabur dari RI )
Terindikasi dari one-month implied volatility yang meningkat menjadi 11,0% sepanjang bulan September dari bulan Agustus yang tercatat di kisaran 10,7%. "Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka BI cenderung akan mempertahankan suku bunganya agar nilai tukar rupiah tetap stabil di jangka pendek," katanya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (16/9/2020).
Faktor kedua adalah adanya pernyataan Bank Indonesia pada RDG sebelumnya, terkait prioritas BI untuk mengedepankan kebijakan QE dalam rangka mendukung pemulihan perekonomian Indonesia. Dengan demikian, peluang perubahan suku bunga pada RDG bulan ini relatif rendah.
Namun ruang penurunan suku bunga masih ada namun terbatas. Beberapa alasan di antaranya ialah tingkat inflasi yang rendah, seiring dengan inflasi pada bulan Agustus yang tercatat 1,32% yoy, lebih rendah daripada batas bawah target BI di tahun ini sebesar 2%. "Rendahnya inflasi mengindikasikan masih lemahnya permintaan dan daya beli masyarakat di tengah pandemic Covid-19," beber dia.
(Baca Juga: Tahan Suku Bunga Acuan, Jurus BI Cegah Dana Asing Kabur dari RI )
Terindikasi dari one-month implied volatility yang meningkat menjadi 11,0% sepanjang bulan September dari bulan Agustus yang tercatat di kisaran 10,7%. "Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka BI cenderung akan mempertahankan suku bunganya agar nilai tukar rupiah tetap stabil di jangka pendek," katanya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (16/9/2020).
Faktor kedua adalah adanya pernyataan Bank Indonesia pada RDG sebelumnya, terkait prioritas BI untuk mengedepankan kebijakan QE dalam rangka mendukung pemulihan perekonomian Indonesia. Dengan demikian, peluang perubahan suku bunga pada RDG bulan ini relatif rendah.
Namun ruang penurunan suku bunga masih ada namun terbatas. Beberapa alasan di antaranya ialah tingkat inflasi yang rendah, seiring dengan inflasi pada bulan Agustus yang tercatat 1,32% yoy, lebih rendah daripada batas bawah target BI di tahun ini sebesar 2%. "Rendahnya inflasi mengindikasikan masih lemahnya permintaan dan daya beli masyarakat di tengah pandemic Covid-19," beber dia.
Lihat Juga :