BUMN Diminta Fokus Terhadap Bisnis Utama
Sabtu, 07 Oktober 2017 - 16:27 WIB
BUMN Diminta Fokus Terhadap Bisnis Utama
A
A
A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) meminta pemerintah untuk fokus pada bisnis utama (core business) yang mereka geluti. Pasalnya, saat ini perusahaan pelat merah alias BUMN banyak membuat anak usaha yang justru keluar dari bisnis inti dari perseroan.
Ketua Komite Tetap bidang Pembiayaan dan Penjaminan Kadin Krisnaraga Syarfuan mengungkapkan, banyak perusahaan negara yang membuat anak usaha namun tidak berkaitan sama sekali dengan inti bisnisnya. Bahkan, mereka dinilai mengambil jatah Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
"Kami melihat BUMN tidak fokus. Malah merembet ke bawah, membuat anak usaha yang tidak sesuai. Saya rasa ini kurang pas lah, karena ada swasta, UKM, dan daerah agar bisnis bisa berkelanjutan," katanya dalam sebuah diskusi di Gado-gado Boplo, Jakarta, Sabtu (7/10/2017).
Dia mengaku sepakat dengan ambisi BUMN untuk menjadi perusahaan kelas dunia (world class company). Namun, perusahaan negara tersebut seharusnya juga memberikan kesempatan pengusaha UKM untuk naik kelas.
"Jadi dunia usaha kan ada yang besar, medium, dan kecil. Saya rasa negara ini harus bisa lah meningkatkan grade-grade itu. Dan kami mendukung BUMN bisa jadi world class company," imbuh dia.
Patut diakui, katanya, perusahaan BUMN sudah sangat siap untuk menggarap proyek-proyek infrastruktur di Tanah Air. Namun, Kris menilai juga bahwa BUMN sudah seharusnya menggandeng swasta dan UKM untuk turut serta.
"Kami lihat memang itu (proyek infrastruktur) banyak dijalankan, tapi unsur swasta juga perlu diajak. Karena dalam UU ada demokrasi ekonomi, jadi kemitraan itu perlu ditingkatkan. Kita perlu bersatu, jangan lupa asing sudah mulai masuk dan mendalami infrastruktur," tandasnya.
Ketua Komite Tetap bidang Pembiayaan dan Penjaminan Kadin Krisnaraga Syarfuan mengungkapkan, banyak perusahaan negara yang membuat anak usaha namun tidak berkaitan sama sekali dengan inti bisnisnya. Bahkan, mereka dinilai mengambil jatah Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
"Kami melihat BUMN tidak fokus. Malah merembet ke bawah, membuat anak usaha yang tidak sesuai. Saya rasa ini kurang pas lah, karena ada swasta, UKM, dan daerah agar bisnis bisa berkelanjutan," katanya dalam sebuah diskusi di Gado-gado Boplo, Jakarta, Sabtu (7/10/2017).
Dia mengaku sepakat dengan ambisi BUMN untuk menjadi perusahaan kelas dunia (world class company). Namun, perusahaan negara tersebut seharusnya juga memberikan kesempatan pengusaha UKM untuk naik kelas.
"Jadi dunia usaha kan ada yang besar, medium, dan kecil. Saya rasa negara ini harus bisa lah meningkatkan grade-grade itu. Dan kami mendukung BUMN bisa jadi world class company," imbuh dia.
Patut diakui, katanya, perusahaan BUMN sudah sangat siap untuk menggarap proyek-proyek infrastruktur di Tanah Air. Namun, Kris menilai juga bahwa BUMN sudah seharusnya menggandeng swasta dan UKM untuk turut serta.
"Kami lihat memang itu (proyek infrastruktur) banyak dijalankan, tapi unsur swasta juga perlu diajak. Karena dalam UU ada demokrasi ekonomi, jadi kemitraan itu perlu ditingkatkan. Kita perlu bersatu, jangan lupa asing sudah mulai masuk dan mendalami infrastruktur," tandasnya.
(ven)
Lihat Juga :