Survei BI: Penjualan Eceran Agustus Tumbuh 2,2%
Senin, 09 Oktober 2017 - 22:38 WIB
Survei BI: Penjualan Eceran Agustus Tumbuh 2,2%
A
A
A
JAKARTA - Penjualan eceran pada Agustus tumbuh meningkat. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) hasil Survei Penjualan Eceran Agustus 2017 yang tumbuh 2,2% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya terkontraksi 3,3% (yoy).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman mengungkapkan, peningkatan penjualan terutama terjadi pada kelompok makanan yang tumbuh 7,9% (yoy), meningkat dibandingkan -0,3% (yoy) pada Juli 2017. "Sementara itu, penjualan kelompok non makanan menunjukkan perbaikan meskipun masih terbatas," ujar Agusman di Jakarta, Senin (9/10/2017).
Secara regional, sambung dia, peningkatan pertumbuhan tahunan IPR terbesar terjadi di kota Semarang. Dia menuturkan, pertumbuhan penjualan eceran yang meningkat diperkirakan berlanjut pada September 2017.
Hal ini terindikasi dari IPR September 2017 yang tumbuh 2,4% (yoy). Peningkatan penjualan ritel ditopang oleh kelompok makanan yang diperkirakan masih tumbuh relatif stabil, disertai perbaikan penjualan ritel pada kelompok non makanan walaupun masih tumbuh negatif. "Survei mengindikasikan tekanan kenaikan harga di tingkat pedagang eceran tiga bulan mendatang (November 2017) meningkat," paparnya.
Indikasi tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 145,0 lebih tinggi dari 135,5 pada bulan sebelumnya. Sebelumnya, penjualan eceran pada Juli 2017 menurun sejalan dengan kembali normalnya pola konsumsi masyarakat setelah Ramadan dan Idul Fitri. Penurunan penjualan ritel terjadi, baik pada kelompok makanan maupun kelompok non-makanan.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman mengungkapkan, peningkatan penjualan terutama terjadi pada kelompok makanan yang tumbuh 7,9% (yoy), meningkat dibandingkan -0,3% (yoy) pada Juli 2017. "Sementara itu, penjualan kelompok non makanan menunjukkan perbaikan meskipun masih terbatas," ujar Agusman di Jakarta, Senin (9/10/2017).
Secara regional, sambung dia, peningkatan pertumbuhan tahunan IPR terbesar terjadi di kota Semarang. Dia menuturkan, pertumbuhan penjualan eceran yang meningkat diperkirakan berlanjut pada September 2017.
Hal ini terindikasi dari IPR September 2017 yang tumbuh 2,4% (yoy). Peningkatan penjualan ritel ditopang oleh kelompok makanan yang diperkirakan masih tumbuh relatif stabil, disertai perbaikan penjualan ritel pada kelompok non makanan walaupun masih tumbuh negatif. "Survei mengindikasikan tekanan kenaikan harga di tingkat pedagang eceran tiga bulan mendatang (November 2017) meningkat," paparnya.
Indikasi tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 145,0 lebih tinggi dari 135,5 pada bulan sebelumnya. Sebelumnya, penjualan eceran pada Juli 2017 menurun sejalan dengan kembali normalnya pola konsumsi masyarakat setelah Ramadan dan Idul Fitri. Penurunan penjualan ritel terjadi, baik pada kelompok makanan maupun kelompok non-makanan.
(akr)
Lihat Juga :