Euro Defensif, Rupiah Awal Pekan Dibuka Positif

Senin, 16 Oktober 2017 - 10:05 WIB
Euro Defensif, Rupiah...
Euro Defensif, Rupiah Awal Pekan Dibuka Positif
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan pagi ini terlihat melanjutkan penguatan dari penutupan akhir pekan kemarin. Kondisi rupiah tersebut di tengah defensifnya euro terhadap USD.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka pada level Rp13.453/USD atau menguat dari posisi pekan kemarin yang berada di level Rp13.498/USD dan pada pukul 10.00 WIB bergerak ke level Rp13.483/USD dengan kisaran level Rp13.451-Rp13.489/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka ke level Rp13.483/USD atau menguat dibanding perdagangan akhir pekan kemarin di level Rp13.508/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah dibuka di level Rp13.486/USD atau masih tercatat lebih baik dari penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.496/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini dibuka di level Rp13.494/USD atau menguat tipis dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.496/USD. Namun pada pukul 10.02 WIB makin menguat ke level Rp13.480/USD dengan kisaran level Rp13.473-Rp13.496/USD.

Seperti dilansir Reuters, euro berada pada posisi defensif pada awal perdagangan hari ini setelah pemilihan Austria dan kekhawatiran akan konfrontasi Catalonia dengan Madrid, meskipun dolar juga tidak memiliki momentum setelah data inflasi AS yang lembut.

Euro terhadap USD turun 0,25% pada awal perdagangan dan terakhir berada di level 1,1817, turun 0,1%, tergelincir lebih jauh dari posisi tinggi dalam 2,5 pekan di level 1,1880.

Sebastian Kurz berada di jalur untuk menjadi pemimpin Austria berikutnya setelah pemilihan pada Minggu. Dia kemungkinan akan mencari koalisi dengan kebangkitan kembali sejauh ini karena partainya jauh dari mayoritas.

Investor juga mengawasi Spanyol, di mana pemimpin Catalan Carles Puigdemont memiliki waktu sampai pukul 10:00 pagi waktu setempat (08.00 GMT) pada Senin untuk mengklarifikasi apakah dia meminta kemerdekaan wilayah tersebut.

USD terhadap yen berada di level 111,92, setelah bangkit dari level terendah pada Jumat kemarin di posisi 111,69, yang merupakan terendah sejak akhir September.

Indeks dolar sedikit berubah pada posisi 93,09, setelah mencatat penurunan mingguan pertama pekan lalu usai pulih sejak pertengahan September, didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada Desember dan harapan pemotongan pajak oleh Presiden AS Donald Trump.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
7 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
8 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
8 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
8 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
8 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
9 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved