USD Kembali Menekan, Rupiah Dibuka Keok Lagi ke Rp13.490/USD

Selasa, 17 Oktober 2017 - 10:16 WIB
USD Kembali Menekan,...
USD Kembali Menekan, Rupiah Dibuka Keok Lagi ke Rp13.490/USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan pagi ini terlihat ambruk alias melemah dari penutupan kemarin. Kondisi rupiah tersebut di tengah kembali menguatnya USD terhadap beberapa mata uang dunia.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka ke level Rp13.490/USD atau melemah dibanding perdagangan kemarin di level Rp13.483/USD.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka pada level Rp13.489/USD atau melemah dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.476/USD dan pada pukul 10.10 WIB bergerak ke level Rp13.498/USD dengan kisaran level Rp13.478-Rp13.504/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah dibuka di level Rp13.490/USD atau tercatat lebih baik dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.495/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini dibuka di level Rp13.478/USD atau menguat tipis dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.480/USD. Namun pada pukul 10.10 WIB berbalik melemah ke level Rp13.488/USD dengan kisaran level Rp13.478-Rp13.495/USD.

Seperti dilansir Reuters, USD naik terhadap beberapa mata uang di dunia, meski tidak semaunya melemah terhadap USD. Penguatan USD didukung kenaikan imbal hasil Treasury menyusul sebuah laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyukai seorang atas kebijakan sebagai kepala Federal Reserve berikutnya.

Imbal hasil Treasury melambung dari posisi terendah dua pekan dan naik setelah sebuah laporan kemarin bahwa Presiden Trump menyukai ekonom Stanford John Taylor, terlihat lebih hawkish dari pada saat ini Ketua The Fed, Janet Yellen.

"Tuduhan Taylor mengejutkannya karena dia termasuk dalam daftar kandidat kepala Fed yang diisukan termasuk Gubernur Fed, Kevin, Warsh, Yellen dan penasihat ekonomi utama Trump Gary Cohn," kata Shin Kadota, ahli strategi senior di Barclays di Tokyo.

"Namun, dilaporkan juga bahwa Trump akan bertemu dengan Yellen pada Kamis. Berita mengenai ketua the Fed terus berubah dan pasar sulit bergerak secara signifikan ke beberapa arah sampai beberapa adanya kejelasan," tuturnya.

Indeks USD naik tipis 0,05% terhadap enam mata uang utama menjadi 93,365 setelah semalam naik 0,25%. Indeks tersebut telah membengkak ke level terendah 17 hari di 92,749 pada Jumat setelah data inflasi AS mengecewakan.

"USD berada di bawah tekanan karena imbal hasil Treasury turun pekan lalu. Tapi itu dibiarkan rebound karena Wall Street yang lebih kuat, data AS yang bagus, dan laporan tentang Taylor semua muncul untuk menghentikan penurunan yield," kata Junichi Ishikawa, ahli strategi valas senior di IG Securities di Tokyo.

"Euro cenderung memegang kunci apakah dolar bisa tetap kuat. Bank Sentral Eropa sekarang dianggap kurang hawkish dari perkiraan pasar bulan lalu, mendorong yield Jerman turun dan pada gilirannya mendukung USD terhadap euro," kata Ishikawa di IG Securities.

Greenback turun 0,1% terhadap yen ke level 112,070 setelah semalam naik 0,3%. Meski demikian, euro terhadap USD turun 0,15% menjadi 1,1780 setelah kehilangan 0,25% pada hari sebelumnya.

Dolar Australia terhadap USD juga turun 0,15% ke level 0,7840 karena rally pekan lalu ke level tertinggi dalam dua pekan di level 0,7898 pada data China yang optimis kehilangan momentum.

Poundsterling terhadap USD tergelincir 0,1% menjadi 1,3241, menunggu komentar Gubernur Bank of England Mark Carney karena akan mendapat isyarat potensial.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
26 menit yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
40 menit yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
1 jam yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
1 jam yang lalu
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
1 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved