Rupiah Dibuka Makin Memburuk Saat Yen Keok Lawan USD
Kamis, 19 Oktober 2017 - 10:14 WIB
Rupiah Dibuka Makin Memburuk Saat Yen Keok Lawan USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan pagi ini terlihat semakin ambruk alias melemah dari penutupan kemarin. Kondisi rupiah tersebut di tengah melemahnya yen terhadap USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka pada level Rp13.521/USD atau melemah dibanding perdagangan kemarin di level Rp13.514/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka pada level Rp13.513/USD atau stabil dari posisi kemarin, namun bergerak melemah pada pukul 10.09 WIB ke level Rp13.527/USD dengan kisaran level Rp13.511-Rp13.530/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah dibuka di level Rp13.517/USD atau melemah dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.505/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan hari ini dibuka di level Rp13.513/USD atau membaik dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.515/USD. Namun pada pukul 10.10 WIB bergerak melemah ke level Rp13.525/USD dengan kisaran level Rp13.506-Rp13.525/USD.
Seperti dilansir Reuters hari ini, USD mencapai level tertinggi dalam dua pekan terhadap yen, didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS pekan ini, dengan fokus jangka pendek pada keputusan Presiden AS Donald Trump mengenai siapa yang akan mengisi kursi pimpinan Federal Reserve berikutnya.
USD terhadap yen menguat 113,095 pada awal perdagangan Asia, level terkuatnya sejak 6 Oktober. USD terhadap yen terakhir berada pada level 112,92, stabil dari akhir perdagangan AS pada Rabu.
Kenaikan imbal hasil obligasi AS pekan ini telah membantu memberi dukungan pada greenback. Hasil Treasury dua tahun AS naik ke level tertinggi sejak November 2008 pada Rabu didukung oleh harapan akan kebijakan moneter global yang ketat.
USD telah mendapatkan dorongan pekan ini setelah ekonom Stanford University John Taylor muncul sebagai kandidat utama untuk kursi Fed berikutnya. "Jika ternyata Taylor, itu kemungkinan akan memicu penjualan obligasi (AS), setidaknya pada awalnya," kata Satoshi Okagawa, analis pasar global senior Sumitomo Mitsui Banking Corporation di Singapura.
Euro terhadap USD naik tipis 0,2% ke level 1,1810. Satu fokus untuk euro adalah pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa yang akan berlangsung pekan depan.
Dolar Australia beringsut lebih tinggi setelah data pekerjaan Australia untuk September lebih kuat dari perkiraan. Dolar Australia naik 0,2% menjadi 0,7865 D3, menarik diri dari penurunan intraday di posisi 0,7819.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka pada level Rp13.521/USD atau melemah dibanding perdagangan kemarin di level Rp13.514/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka pada level Rp13.513/USD atau stabil dari posisi kemarin, namun bergerak melemah pada pukul 10.09 WIB ke level Rp13.527/USD dengan kisaran level Rp13.511-Rp13.530/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah dibuka di level Rp13.517/USD atau melemah dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.505/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan hari ini dibuka di level Rp13.513/USD atau membaik dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.515/USD. Namun pada pukul 10.10 WIB bergerak melemah ke level Rp13.525/USD dengan kisaran level Rp13.506-Rp13.525/USD.
Seperti dilansir Reuters hari ini, USD mencapai level tertinggi dalam dua pekan terhadap yen, didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS pekan ini, dengan fokus jangka pendek pada keputusan Presiden AS Donald Trump mengenai siapa yang akan mengisi kursi pimpinan Federal Reserve berikutnya.
USD terhadap yen menguat 113,095 pada awal perdagangan Asia, level terkuatnya sejak 6 Oktober. USD terhadap yen terakhir berada pada level 112,92, stabil dari akhir perdagangan AS pada Rabu.
Kenaikan imbal hasil obligasi AS pekan ini telah membantu memberi dukungan pada greenback. Hasil Treasury dua tahun AS naik ke level tertinggi sejak November 2008 pada Rabu didukung oleh harapan akan kebijakan moneter global yang ketat.
USD telah mendapatkan dorongan pekan ini setelah ekonom Stanford University John Taylor muncul sebagai kandidat utama untuk kursi Fed berikutnya. "Jika ternyata Taylor, itu kemungkinan akan memicu penjualan obligasi (AS), setidaknya pada awalnya," kata Satoshi Okagawa, analis pasar global senior Sumitomo Mitsui Banking Corporation di Singapura.
Euro terhadap USD naik tipis 0,2% ke level 1,1810. Satu fokus untuk euro adalah pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa yang akan berlangsung pekan depan.
Dolar Australia beringsut lebih tinggi setelah data pekerjaan Australia untuk September lebih kuat dari perkiraan. Dolar Australia naik 0,2% menjadi 0,7865 D3, menarik diri dari penurunan intraday di posisi 0,7819.
(izz)