Rupiah Ditutup Terpeleset saat Pounds Tergelincir
Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:16 WIB
Rupiah Ditutup Terpeleset saat Pounds Tergelincir
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini tidak mampu bergerak di area positif dengan ditutup melemah. Kondisi mata uang garuda terjadi saat poundsterling tergelincir cukup dalam terhadap USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah melemah ke level Rp13.525/USD atau tidak lebih baik dibanding sebelumnya di level Rp13.515/USD dengan kisaran harian Rp13.506-Rp13.530/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini juga berada di level Rp13.515/USD atau melemah dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.513/USD. Rupiah sendiri berada pada kisaran level Rp13.508-Rp13.532/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berakhir di level Rp13.520/USD atau jauh memburuk dibanding dari penutupan sebelumnya di level Rp13.505/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan di level Rp13.521/USD atau melemah dibanding perdagangan kemarin di level Rp13.514/USD.
Seperti dilansir Reuters hari ini, poundsterling tergelincir setengah sen terhadap USD, setelah data menunjukkan bahwa penjualan ritel Inggris melambat secara tak terduga menambah ketidakpastian mengenai prospek suku bunga Bank of England.
Pounds telah terdorong rendah pekan ini oleh kombinasi data yang lemah dan komentar dari pembuat kebijakan BoE bahwa pasar ditafsirkan sebagai dovish. Meskipun investor memperkirakan kenaikan 80% kenaikan suku bunga bulan depan, keraguan berkembang mengenai apakah BoE akan terus memperketat kebijakan tahun depan.
Angka tersebut menunjukkan volume penjualan ritel turun 0,8% pada September, menyeret pertumbuhan triwulanan ke tingkat tahunan terlemah sejak 2013. Itu di bawah perkiraan para ekonom dalam sebuah jajak pendapat Reuters.
Pounds terhadap USD jatuh ke level 1.3126 setelah data, terendah dalam satu pekan dan turun dari posisi sebelumnya di level 1.3179 terhadap USD.
"Dunia saat ini mengamati konsumen Inggris saat ini untuk mengukur respons terhadap perkembangan Brexit dan kemungkinan perubahan ekspektasi kenaikan suku bunga BoE. Data tidak mendorong dan mengirimkan peringatan untuk poundsterling," kata Neil Jones, kepala penjualan mata uang hedging fund Mizuho di London.
Terhadap euro, poundsterling melemah 0,6% ke level terendah dalam satu pekan ke level 89,77 pence. Awal pekan ini, deputi gubernur BoE yang baru menjauhkan diri dari pandangan mayoritas Bank bahwa suku bunga mungkin perlu segera naik, sementara yang lainnya mengatakan bahwa dukungannya untuk posisi tersebut sangat bergantung pada data.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah melemah ke level Rp13.525/USD atau tidak lebih baik dibanding sebelumnya di level Rp13.515/USD dengan kisaran harian Rp13.506-Rp13.530/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini juga berada di level Rp13.515/USD atau melemah dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.513/USD. Rupiah sendiri berada pada kisaran level Rp13.508-Rp13.532/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berakhir di level Rp13.520/USD atau jauh memburuk dibanding dari penutupan sebelumnya di level Rp13.505/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan di level Rp13.521/USD atau melemah dibanding perdagangan kemarin di level Rp13.514/USD.
Seperti dilansir Reuters hari ini, poundsterling tergelincir setengah sen terhadap USD, setelah data menunjukkan bahwa penjualan ritel Inggris melambat secara tak terduga menambah ketidakpastian mengenai prospek suku bunga Bank of England.
Pounds telah terdorong rendah pekan ini oleh kombinasi data yang lemah dan komentar dari pembuat kebijakan BoE bahwa pasar ditafsirkan sebagai dovish. Meskipun investor memperkirakan kenaikan 80% kenaikan suku bunga bulan depan, keraguan berkembang mengenai apakah BoE akan terus memperketat kebijakan tahun depan.
Angka tersebut menunjukkan volume penjualan ritel turun 0,8% pada September, menyeret pertumbuhan triwulanan ke tingkat tahunan terlemah sejak 2013. Itu di bawah perkiraan para ekonom dalam sebuah jajak pendapat Reuters.
Pounds terhadap USD jatuh ke level 1.3126 setelah data, terendah dalam satu pekan dan turun dari posisi sebelumnya di level 1.3179 terhadap USD.
"Dunia saat ini mengamati konsumen Inggris saat ini untuk mengukur respons terhadap perkembangan Brexit dan kemungkinan perubahan ekspektasi kenaikan suku bunga BoE. Data tidak mendorong dan mengirimkan peringatan untuk poundsterling," kata Neil Jones, kepala penjualan mata uang hedging fund Mizuho di London.
Terhadap euro, poundsterling melemah 0,6% ke level terendah dalam satu pekan ke level 89,77 pence. Awal pekan ini, deputi gubernur BoE yang baru menjauhkan diri dari pandangan mayoritas Bank bahwa suku bunga mungkin perlu segera naik, sementara yang lainnya mengatakan bahwa dukungannya untuk posisi tersebut sangat bergantung pada data.
(izz)