USD Keok Lawan Yen, Rupiah Menguat Jauhi Level Rp13.600/USD

Selasa, 31 Oktober 2017 - 10:37 WIB
USD Keok Lawan Yen,...
USD Keok Lawan Yen, Rupiah Menguat Jauhi Level Rp13.600/USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan pagi ini, melanjutkan penguatan setelah kemarin ditutup membaik, bahkan menjauhi level Rp13.600/USD. Pulihnya mata uang Garuda dalam perdagangan hari ini terjadi ketika USD keok lawan yen.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka di level Rp13.572/USD atau menguat dibanding perdagangan kemarin di level Rp13.580/USD.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi bertengger di level Rp13.562/USD atau jauh membaik dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.582/USD. Pergerakan rupiah hari berada di kisaran level Rp13.560-Rp13.580/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah pada sesi pembukaan berada di level Rp13.568/USD atau tercatat lebih baik dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.580/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini dibuka di level Rp13.578/USD atau menguat dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.580/USD. Namun pada pukul 10.25 WIB terus bergerak menguat ke level Rp13.570/USD dengan kisaran harian Rp13.558-Rp13.580/USD.

Seperti dilansir Reuters hari ini, USD pada hari ini melemah ke level terendah dalam sepekan terhadap yen karena investor berbalik berhati-hati setelah mantan manajer kampanye mantan Presiden Donald Trump didakwa melakukan pencucian uang dalam penyelidikan federal terhadap campur tangan Rusia dalam pemilihan Presiden 2016.

Analis mengatakan, USD juga terbebani oleh laporan bahwa Trump kemungkinan akan memilih Gubernur Federal Reserve Jerome Powell sebagai kepala bank sentral AS berikutnya.

Powell dipandang lebih bersikap pada kebijakan moneter daripada pesaing lainnya untuk jabatan tersebut, terutama dibandingkan dengan ekonom Stanford University John Taylor, yang telah dianggap sebagai penantang teratas lainnya untuk jabatan tersebut.

USD terhadap yen berada di level 113,15 setelah tergelincir serendah 112,97 yen pada awal perdagangan Asia, level terendah sejak 20 Oktober.

Penyelidik federal yang menyelidiki campur tangan Rusia pada pemilihan presiden AS mewajibkan manajer kampanye Trump, Paul Manafort dan pembantu lainnya, Rick Gates, dengan pencucian uang pada Senin.

Stephen Innes, kepala perdagangan Asia Pasifik untuk Oanda di Singapura mengatakan, perkembangan terakhir dalam penyelidikan Penasihat Departemen Kehakiman AS Robert Mueller mengenai dugaan upaya Rusia untuk memajukan pemilihan Presiden 2016, menekan USD.

"Ini membebani USD/yen. Saya pikir ada sedikit ketidakpastian," kata Innes seraya menambahkan bahwa yen menarik beberapa dukungan karena sentimen risiko tampak sedikit goyah.

Di sisi lain, euro terhadap USD turun 0,1% menjadi 1,1640, namun tetap di atas level terendah tiga bulan di posisi 1,1574.

Dolar Australia terhadap USD merosot sedikit setelah PMI resmi pabrik manufaktur China menunjukkan pertumbuhan di sektor manufaktur China melambat lebih dari yang diperkirakan.

Aussie, yang sensitif terhadap data ekonomi China karena hubungan dagang kuat Australia dengan raksasa Asia tersebut, turun 0,1% terhadap USD menjadi 0,7679.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
9 menit yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
13 menit yang lalu
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
17 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
32 menit yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
56 menit yang lalu
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
1 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved