RI Dinilai Terlalu Lunak Merespons Paradise Papers-Panama Papers

Sabtu, 11 November 2017 - 21:37 WIB
RI Dinilai Terlalu Lunak...
RI Dinilai Terlalu Lunak Merespons Paradise Papers-Panama Papers
A A A
JAKARTA - Analis Forum Pajak Berkeadilan Nurkholis Hidayat menilai, Indonesia kurang keras dalam merespons bocornya dokumen hasil investigasi yang disebut paradise papers atau bocoran dokumen keuangan, sepeti panama papers.

(Baca: Sri Mulyani Diminta Serius Telusuri Data Paradise Papers )

Dia juga menanyakan konsekuensi politik dan hukum bagi yang namanya masuk daalam daftar paradise papers. Pada saat muncul panama papers beberapa waktu lalu, respons dari negara-negara maju sangat aktif melakukan berbagai penyelidikan dan menelaah secara hukum untuk menjerat pada pelaku panama papers.

"Ini karena bermain di ranah abu-abu. Sementara di Indonesia pada saat panama papers direspons dengan tax amnesty. Ini berbeda dengan negara-negara maju seperti Inggris atau negara lainnya," kata dia dalam acara talkshow Polemik SINDO Trijaya bertema 'Paradise Papers Cerita atau Fakta?' di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (11/11/2017).

Menurutnya, hasil dari tax amnesty sebenarny tidak memuaskan lantaran pencapainnya jauh dari yang ditargetkan. Karena itu, dengan munculnya paradise papers, perlu ada langkah yang harus diambil pemerintah.

"Apakah mau didiamkan saja oleh pemerintah atau terapkan tax amnesty lagi, atau tegakkan hukum.
Tax amnesty itu sebagai respons terhadap panama papers, di sisi lain banyak negara mengambil tindakan keras tapi kita lebih lunak untuk mengambil uang-uang di offshore itu," ujarnya.

Sementara dalam kesempatan tersebut, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho mengatakan, bahwa tax amnesty sudah direncanakan sebelum munculnya panama papers. Dia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen terkait hal tersebut dengan mengambil beberapa langkah penting.

"Ada beberapa hal yang ingin saya garis bawahi di sini bahwa nama nama yang disebut (pardise papers) tidak serta merta secara hukum itu bersalah. Karena itu, kita tunggu penelusuruan dari Kemenkeu," kata Yanuar.

Saat itu, lanjut dia, pemerintah sedang menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait hal ini untuk membuka kepemilikan usaha. Pihaknya juga mengakui bahwa bocornya paradise papers tetap berguna.

"Dari sisi informasi papaun itu tetap berguna, kita tunggu dari Kemenkeu saja. Pemerintah tentunya merespons dan Pak Jokowi terus bekerja," imbuh dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siapa di Balik Geger...
Siapa di Balik Geger Pandora Papers?
Buntut Pandora Papers,...
Buntut Pandora Papers, Jaksa Chile Akan Selidiki Presiden Pinera
Sudah Tayang, Ini 5...
Sudah Tayang, Ini 5 Alasan Harus Menonton Night in Paradise
Sinopsis Night in Paradise:...
Sinopsis Night in Paradise: Kisahkan Balas Dendam Kematian Adik
Pandora Papers Bongkar...
Pandora Papers Bongkar Deretan Miliarder Dunia Curangi Pajak, Termasuk Raja Abdullah
Bos Media China: Pandora...
Bos Media China: Pandora Papers Hanya Alat Barat Ikut Campur di Negara-negara Berkembang
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
11 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
13 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved