Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Senin, 13 November 2017 - 08:47 WIB
Harga Minyak Dunia Naik...
Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Ketegangan Timur Tengah
A A A
SINGAPURA - Pasar minyak awal pekan ini dibuka cukup hati-hati di tengah ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan setelah jumlah rig yang meningkat di Amerika Serikat (AS) menyarankan produsen bersiap untuk meningkatkan produksi.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (13/11/2017), harga minyak brent berada di level USD63,64 per barel pada pukul 00.49 GMT, atau naik 12 sen dari penutupan terakhir mereka. Sementara, harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD56,87 per barel, naik 13 sen dari posisi sebelumnya.

Para pelaku pasar mengatakan harga minyak mentah pada umumnya didukung dengan baik karena penurunan produksi yang terus berlanjut yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia telah memberikan kontribusi terhadap penurunan yang signifikan dalam kelebihan pasokan yang telah mendorong pasar sejak 2014.

Pelaku pasar pun menilai bahwa ketegangan yang terjadi di Timur Tengah menimbulkan prospek gangguan pasokan. Bahrain mengatakan akhir pekan lalu bahwa sebuah ledakan yang menyebabkan kebakaran pada pipa minyak utama pada Jumat disebabkan oleh sabotase, yang menghubungkan serangan tersebut ke Iran, yang menolak adanya peran dalam insiden tersebut.

Meskipun terjadi ketegangan di Timur Tengah dan penurunan pasokan OPEC, para pelaku pasar berhati-hati dalam bertaruh kenaikan harga lebih lanjut, paling tidak karena peningkatan pengeboran AS untuk produksi baru.

Baker Hughes General Electric Co mengatakan, pengeboran AS menambahkan sembilan rig minyak dalam sepakan sampai 10 November, lompatan terbesar sejak Juni, sehingga jumlah totalnya mencapai 738.

Jumlah rig sebagai indikator awal keluaran masa depan, juga jauh lebih tinggi dari tahun lalu ketika hanya 452 rig yang aktif, menunjukkan bahwa industri minyak AS nyaman beroperasi pada tingkat harga minyak mentah saat ini.

Produsen minyak AS telah meningkatkan produksi lebih dari 14% sejak pertengahan 2016 ke rekor 9,62 juta barel per hari. Hal ini menyebabkan penurunan harga minyak mentah berjangka pada Jumat dari level tertinggi dua tahun yang dicapai pada awal pekan lalu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
7 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
8 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
8 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
8 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
8 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
9 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved