Indonesia Bisa Berguru ke China Soal Uang Elektronik

Rabu, 15 November 2017 - 17:46 WIB
Indonesia Bisa Berguru...
Indonesia Bisa Berguru ke China Soal Uang Elektronik
A A A
JAKARTA - Soal penerapan uang elektronik atau e-money, Indonesia dapat berguru hingga ke China yang memberikan banyak kemudahan bagi warganya pengguna e-money. Ekonom Institute for Economic Development (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, bahwa China banyak memberlakukan diskon bagi pengguna e-money.

Sementara di Tanah Air, Bank Indonesia (BI) belum lama ini menerapkan batasan biaya isi ulang (top up) uang elektronik (e-money). Mereka (China) tidak dikenakan biaya top up, alias gratis ketika melakukan isi ulang," ujarnya di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

(Baca Juga: Saatnya Gunakan Satu Kartu untuk Semua Transaksi Keuangan )

Seperti diketahui dalam aturan BI disebutkan transaksi isi ulang yang dikenakan biaya antara lain, pengisian ulang yang dilakukan melalui kanal pembayaran milik penerbit kartu. Misalnya pemilik kartu Flazz yang mengisi di mesin ATM BCA atau e-Money di Bank Mandiri lebih dari Rp200.000 akan dikenakan biaya.

Namun jika pengisian kurang dari Rp200.000 tidak ada tarif yang dikenakan. Untuk pengisian dengan nilai di atas Rp200.000 dikenakan biaya maksimal Rp750. Sedangkan skema kedua pengisian ulang yang dilakukan melalui kanal pembayaran milik penerbit kartu yang berbeda atau mitra, dapat dikenakan biaya maksimal sebesar Rp1.500.

Di sisi lain Bhima menyampaikan, pemerintah China justru memberikan subsidi bagi para pengguna e-money, serta dilengkapi sistem transportasi yang terintgrasi menggunakan uang elektronik. "Penduduknya cukup menggunakan satu e-money untuk berbagai transaksi," terang dia.

Menurutnya, Indonesia perlu bergerak cepat dalam melakukan transformasi digitalisasi keuangan daripada harus makin tertinggal dari negara lain yang bahkan sudah mulai memberlakukan pembayaran lewat smartphone. "Saat kita masih saja membahas chip base, orang China sudah menggunakan handphone untuk mengatur biaya belanja," paparnya.

Lebih lanjut Ia menilai, penggunaan e-money paling efisien yakni lewat aplikasi lewat smartphone seperti di China, sementara negara yang telah memberikan insentif bagi pengguna uang elektronik adalah Amerika Serikat dan Hongkong. "Salah satu bentuk insentif tersebut adalah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam pengembalian dana apabila mereka kehilangan e-money," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Edukasi MotionPay: Ternyata...
Edukasi MotionPay: Ternyata E-Money dan E-Wallet Berbeda!
Cara Mengisi E-Money...
Cara Mengisi E-Money dengan Mudah, Bisa dari HP Loh!
Bank Mandiri Catat Transaksi...
Bank Mandiri Catat Transaksi E-Money di Awal Tahun Capai Rp3,9 Triliun
Cara Isi E-Money Tanpa...
Cara Isi E-Money Tanpa Harus Berhenti di Rest Area saat Mudik
Ditjen Pajak Bisa Intip...
Ditjen Pajak Bisa Intip Rekening Digital dan E-Money, Buat Apa?
Imbau Pengguna Jasa...
Imbau Pengguna Jasa Gunakan Kartu Uang Elektronik, Bandara Ngurah Rai Lakukan Langkah Familiarisasi
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
42 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
23 Pemain Timnas Indonesia...
23 Pemain Timnas Indonesia U-17 Proyeksi Piala Asia U17 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved