Rupiah Diperkirakan Bergerak di Level Rp13.509-Rp13.540
Selasa, 21 November 2017 - 09:01 WIB
Rupiah Diperkirakan Bergerak di Level Rp13.509-Rp13.540
A
A
A
JAKARTA - Laju USD cenderung kembali melemah setelah terimbangi dengan berbalik naiknya EUR. Hal ini seiring berita politik dukungan beberapa partai koalisi Kanselir Jerman, Angela Merkel.
Sementara itu, dari dalam negeri, survei Pemantauan Harga Bank Indonesia pada pekan kedua November 2017 menyebutkan bahwa inflasi bulanan sebesar 0,18%, atau menunjukkan sedikit peningkatan dibanding pekan pertama yang sebesar 0,14%.
Kondisi ini secara tidak langsung berimbas pada melemahnya laju rupiah jelang akhir sesi karena dibarengi dengan pernyataan BI bahwa inflasi tahunan pada tahun 2017 akan berada di perkiraan bawah sasaran inflasi 3% sampai dengan 5%, yakni 3%-3,5% sehingga pelaku pasar mengasumsikan pertumbuhan masih di bawah harapan.
Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, pergerakan rupiah yang hanya melemah tipis diharapkan dapat kembali menemukan momentum reboundnya seiring minimnya sentimen negatif dari dalam negeri. "Ditambah dengan laju USD yang masih cenderung melemah seharusnya dapat memberikan sentimen positif pada rupiah," ujarnya, Selasa (21/11/2017).
Namun demikian, kata Reza, tetap cermati berbagai sentimen yang ada dimana dapat berimbas pada melemahnya kembali rupiah. Reza memperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran support Rp13.540 dan resisten Rp13.509 per USD.
Sementara itu, dari dalam negeri, survei Pemantauan Harga Bank Indonesia pada pekan kedua November 2017 menyebutkan bahwa inflasi bulanan sebesar 0,18%, atau menunjukkan sedikit peningkatan dibanding pekan pertama yang sebesar 0,14%.
Kondisi ini secara tidak langsung berimbas pada melemahnya laju rupiah jelang akhir sesi karena dibarengi dengan pernyataan BI bahwa inflasi tahunan pada tahun 2017 akan berada di perkiraan bawah sasaran inflasi 3% sampai dengan 5%, yakni 3%-3,5% sehingga pelaku pasar mengasumsikan pertumbuhan masih di bawah harapan.
Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, pergerakan rupiah yang hanya melemah tipis diharapkan dapat kembali menemukan momentum reboundnya seiring minimnya sentimen negatif dari dalam negeri. "Ditambah dengan laju USD yang masih cenderung melemah seharusnya dapat memberikan sentimen positif pada rupiah," ujarnya, Selasa (21/11/2017).
Namun demikian, kata Reza, tetap cermati berbagai sentimen yang ada dimana dapat berimbas pada melemahnya kembali rupiah. Reza memperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran support Rp13.540 dan resisten Rp13.509 per USD.
(ven)