Perdagangan China-Korut Turun Tajam di Oktober Usai Sanksi PBB

Kamis, 23 November 2017 - 15:28 WIB
Perdagangan China-Korut...
Perdagangan China-Korut Turun Tajam di Oktober Usai Sanksi PBB
A A A
BEIJING - Perdagangan China dengan Korea Utara (Korut) mengalami kejatuhan cukup dalam pada bulan Oktober menjadi USD334,9 juta atau terendah sejak Februari. Impor mereka menyusut untuk jadi yang terlemah sepanjang tahun seperti ditunjukkan data terbaru, terimbas sanksi sehingga membuat bisnis dengan negara tetangga terisolasi.

Seperti dilansir BBC, Kamis (23/11/2017) secara keseluruhan penurunan yang terjadi hampir sebesar 20% dari September, dibandingkan dengan tahun lalu senilai USD525,2 juta berdasarkan data kepabeanan. Negara dengan ekonomi terbesar kedua dunia tersebut membeli barang senilai USD90,75 juta di bulan Oktober dari Korea Utara, atau turun tajam dari USD145.8 juta pada September.

Angka tersebut menjadi yang terendah menurut catatan pemerintah serta data China Administrasi Umum Bea Cukai. Ekspor jatuh sebesar USD244,2 juta dibandingkan dengan USD266,4 juta pada bulan September serta USD286,9 juta di bulan Oktober tahun lalu. Penurunan tersebut terjadi ketika tekanan datang kepada China yang merupakan mitra terbesar Korut.

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi tekanan kepada Presiden China Xi Jinping untuk mengencangkan hubungan dagang dengan Pyongyang. Dicontohkan langkah yang dapat diambil seperti pembatasan ekspor minyak serta transaksi keuangan, dengan tujuan mengekang atau membatasi pengembangan program nuklir dan rudal.

Perdagangan telah melambat dalam beberapa bulan terakhir sebelum langkah-langkah terbaru. Namun data terbaru mewakili keseluruhan bulan sejak hukuman PBB mulai berlaku pada tanggal 5 September. Sanksi PBB meliputi melarang Pyongyang dari penjualan batubara, bijih besi, timah, bijih timah dan makanan laut di luar negeri. Rincian lebih lanjut oleh komoditas akan dirilis.

Sebagai informasi sebelumnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyepakati sanksi baru terhadap Korea Utara terkait program-program rudal negeri itu. Dalam sidangnya, dengan suara bulat para anggota DK PBB menyetujui sebuah resolusi yang melarang ekspor Korea Utara dan membatasi investasi di negara tersebut. Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley mengatakan bahwa ini adalah "sanksi paling keras terhadap suatu negara dalam satu generasi."
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
6 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
6 jam yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
7 jam yang lalu
Pertamina Jamin Stok...
Pertamina Jamin Stok LPG di Surabaya Aman
7 jam yang lalu
Tol Prambanan-Purwomartani...
Tol Prambanan-Purwomartani Siap Beroperasi Mudik Lebaran 2027
7 jam yang lalu
Pertamina Buka Rekrutmen...
Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Pendaftaran Hingga 5 Juli 2026
8 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved