Harga Bitcoin Melonjak 40% di November, Sentuh Rekor Rp1,5 Miliar
Selasa, 26 November 2024 - 15:43 WIB
loading...
Bitcoin (BTC) berhasil mencetak rekor harga tertinggi pada November. FOTO/iStock
A
A
A
JAKARTA - Bitcoin (BTC) berhasil mencetak rekor harga tertinggi baru pada Jumat (22/11) dengan menyentuh level USD99.000 atau lebih dari Rp1,5 miliar. Kenaikan ini membawa kapitalisasi pasar Bitcoin menjadi di atas USD1,9 triliun dengan volume perdagangan harian mencapai USD52 miliar.
Lonjakan harga Bitcoin mencerminkan momentum bullish yang terus berlanjut sejak awal bulan, meski ketika mayoritas altcoin mengalami penurunan. Kenaikan nilai Bitcoin menjadikannya aset terbesar ke-7 di dunia, melampaui silver yang berada di peringkat ke-9 dengan kapitalisasi pasar USD1,7 triliun. Saat ini, Bitcoin (USD 1,9triliun) berada di bawah emas (USD 18,13 triliun), Nvidia (USD 3,5 triliun), Apple (USD 3,4 triliun), Microsoft (USD 3 triliun), Amazon (USD 2,07 triliun), dan Google (USD 2,02 triliun) dalam daftar aset terbesar di dunia.
Baca Juga: Korsel Tuduh Korut Mencuri Miliaran Uang Kripto Ethereum
Adapun salah satu pendorong utama kenaikan Bitcoin adalah laporan mengenai Trump Media and Technology Group yang sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi perusahaan perdagangan kripto Bakkt. Berita ini memicu ekspektasi bahwa kebijakan pro-kripto akan diterapkan di bawah kepemimpinan Donald Trump.
Faktor lainnya yang mendorong lonjakan harga ini adalah peluncuran produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin dari BlackRock, iShares Bitcoin Trust (IBIT), yang mencatat nilai perdagangan sebesar USD1,9 miliar pada hari pertama. Selain itu, peluncuran platform aset digital Goldman Sachs Group Inc. memberikan sentimen positif tambahan.
Di sisi lain, CEO Coinbase, Brian Armstrong, bertemu Presiden terpilih Donald Trump (19/11) untuk membahas penunjukan pejabat pemerintahan baru. Pertemuan ini semakin memperkuat harapan akan kebijakan pro-kripto yang mendukung pertumbuhan industri.
Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024 juga berperan besar dalam mengangkat harga Bitcoin. Sejak diumumkan pada 6 November 2024, harga Bitcoin telah melonjak lebih dari 40%. Janji Trump untuk mendorong regulasi yang ramah kripto dan menjadikan Bitcoin sebagai cadangan aset nasional memicu optimisme di pasar.
CEO Indodax, Oscar Darmawan, memberikan pandangan soal momentum tersebut.
Lonjakan harga Bitcoin mencerminkan momentum bullish yang terus berlanjut sejak awal bulan, meski ketika mayoritas altcoin mengalami penurunan. Kenaikan nilai Bitcoin menjadikannya aset terbesar ke-7 di dunia, melampaui silver yang berada di peringkat ke-9 dengan kapitalisasi pasar USD1,7 triliun. Saat ini, Bitcoin (USD 1,9triliun) berada di bawah emas (USD 18,13 triliun), Nvidia (USD 3,5 triliun), Apple (USD 3,4 triliun), Microsoft (USD 3 triliun), Amazon (USD 2,07 triliun), dan Google (USD 2,02 triliun) dalam daftar aset terbesar di dunia.
Baca Juga: Korsel Tuduh Korut Mencuri Miliaran Uang Kripto Ethereum
Adapun salah satu pendorong utama kenaikan Bitcoin adalah laporan mengenai Trump Media and Technology Group yang sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi perusahaan perdagangan kripto Bakkt. Berita ini memicu ekspektasi bahwa kebijakan pro-kripto akan diterapkan di bawah kepemimpinan Donald Trump.
Faktor lainnya yang mendorong lonjakan harga ini adalah peluncuran produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin dari BlackRock, iShares Bitcoin Trust (IBIT), yang mencatat nilai perdagangan sebesar USD1,9 miliar pada hari pertama. Selain itu, peluncuran platform aset digital Goldman Sachs Group Inc. memberikan sentimen positif tambahan.
Di sisi lain, CEO Coinbase, Brian Armstrong, bertemu Presiden terpilih Donald Trump (19/11) untuk membahas penunjukan pejabat pemerintahan baru. Pertemuan ini semakin memperkuat harapan akan kebijakan pro-kripto yang mendukung pertumbuhan industri.
Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024 juga berperan besar dalam mengangkat harga Bitcoin. Sejak diumumkan pada 6 November 2024, harga Bitcoin telah melonjak lebih dari 40%. Janji Trump untuk mendorong regulasi yang ramah kripto dan menjadikan Bitcoin sebagai cadangan aset nasional memicu optimisme di pasar.
CEO Indodax, Oscar Darmawan, memberikan pandangan soal momentum tersebut.
Lihat Juga :