Mengentaskan Daerah Rawan Pangan Berkat KRPL

Kamis, 23 November 2017 - 22:31 WIB
Mengentaskan Daerah...
Mengentaskan Daerah Rawan Pangan Berkat KRPL
A A A
JAKARTA - Dalam rentang waktu satu tahun, KWT Seruni Menoreh Indah yang terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta telah berhasil mengembangkan kegiatan optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang diinisiasi oleh Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian.

Hal ini ditandai dengan berubahnya status Desa Sidoharjo yang sebelumnya masuk dalam kategori desa rentan rawan pangan tingkat 2, saat ini status nya naik di tingkat 4. Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi menyampaikan bahwa pengembangan KRPL ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan daerah rentan rawan pangan dengan mendorong masyarakat mampu memproduksi pangan nya sendiri.

"Melalui KRPL diharapkan asupan gizi keluarga dapat dipenuhi dengan memgoptimalkan lahan pekarangan untuk ditanami aneka sayuran sehingga nutrisi keluarga menjadi beragam bergizi seimbang dan aman," tegasnya.

"Dengan meningkatnya status gizi keluarga yang lebih baik, otomatis ketahanan pangan dan masyarakat juga semakin meningkat, sehingga dari desa yang tadinya rentan rawan pangan, statusnya akan semakin meningkat," tambah Agung.

Dalam kesempatan ini, Agung mendeklarasikan Desa Sidoharjo sebagai desa pangan organik lestari, sehingga diharapkan ke depan nya apa yang telah dilakukan di desa Sidoharjo, akan lebih terjamin keberlangsugannya, bahkan terus berkembang untuk ditularkan ke desa desa lain nya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan D.I. Yogyakarta Arofah Noor, menegaskan bahwa dari 16 desa yang masih rentan rawan pangam, saat ini sudah turun menjadi 10 desa. "Untuk di Desa Sidoharjo ini sudah separuh warga nya mengikuti kegiatan KRPL, karena mereka sudah merasakan sendiri manfaatnya," ungkapnya.

Pujiwanti selaku ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) menceritakan bahwa, kegiatan pemanfaatan pekarangan dengan menanam aneka sayuran yang dilakukan bersama 20 anggota kelompok telah memberi manfaat nyata, antara lain mengurangi pengeluaran belanja membeli sayuran untuk keburuhan sehari hari, dan dapat mencukupi kebutuhan gizi keluarga.

Dalam sebulan keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan sebesar 500 ribu rupiah, selain itu juga mereka sudah mengembangkan kebun bibit desa untuk keberlangsungan kegiatannya.

"Dengan adanya kegiatan ini, kami menjadi lebih produktif mengolah lahan di pekarangan untuk ditanami sayuran yang hasilnya bisa dikonsumsi sendiri dan selebihnya bisa kami jual," ujarnya.

Selain menanam aneka sayuran dan sumber pangan lain, mereka juga memelihara ternak ayam dan lele yang dapat memenuhi kebutuhan pangan yang beragam bergizi seimbang dan aman. Kelompok ini juga membuat 40 jenis produk olahan makanan yang sudah masuk ke toko berjejaring yakni Tomira.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Badan Ketahanan Pangan...
Badan Ketahanan Pangan Luncurkan Marketplace PasTani
Raih Penghargaan Keamanan...
Raih Penghargaan Keamanan Pangan, Pemkot Makassar: Ini Tidak Lepas dari Kerja Keras
Pemerintah Diminta Lakukan...
Pemerintah Diminta Lakukan Inovasi Bantuan Pangan
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Peringati Hari Pangan,...
Peringati Hari Pangan, KRKP Bersama YBBS Ajak Siswa Berdayakan Lahan di Sekolah
Pemkab Bantaeng Dapat...
Pemkab Bantaeng Dapat Penghargaan dari Badan Ketahanan Pangan
Berita Terkini
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
19 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
5 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
15 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Infografis
7 Tradisi Unik Menyambut...
7 Tradisi Unik Menyambut Ramadan di Berbagai Daerah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved