Rupiah Diperkirakan Berpeluang Lanjutkan Tren Penguatan
Senin, 27 November 2017 - 08:46 WIB
Rupiah Diperkirakan Berpeluang Lanjutkan Tren Penguatan
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan rupiah diperkirakan tidak jauh dengan harapan sebelumnya dimana, positifnya sentimen dari dalam negeri dapat memberikan kesempatan kembali menguat. Diprediksi, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.518/USD dan resisten Rp13.490/USD.
"Ditambah dengan sentimen masih melemahnya laju USD (dolar Amerika Serikat) sehingga nantinya dapat berimbas positif pada masih berlanjutnya apresiasi dari rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin (27/11/2017).
Sementara, dia menjelaskan, pergerakan nilai tukar USD yang kembali melemah memberikan kesempatan kepada rupiah untuk kembali melanjutkan apresiasinya. Pelaku pasar pun memanfaatkan kondisi tersebut untuk melepas posisi pada USD.
Di sisi lain, munculnya penilaian positif terhadap perkembangan ekonomi Eropa memberikan sentimen positif pada EUR sehingga mampu bergerak melampaui USD. Efeknya beberapa mata uang lain mencetak hasil positif terhadap mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS-.
"Imbasnya tentu mata uang lainnya terlihat menguat terhadap USD, termasuk rupiah. Sementara itu, sentimen dari permasalahan holding BUMN dan cenderung melemahnya IPO saham-saham BUMN tidak terlalu menjadi penghalang pergerakan rupiah," pungkasnya.
"Ditambah dengan sentimen masih melemahnya laju USD (dolar Amerika Serikat) sehingga nantinya dapat berimbas positif pada masih berlanjutnya apresiasi dari rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin (27/11/2017).
Sementara, dia menjelaskan, pergerakan nilai tukar USD yang kembali melemah memberikan kesempatan kepada rupiah untuk kembali melanjutkan apresiasinya. Pelaku pasar pun memanfaatkan kondisi tersebut untuk melepas posisi pada USD.
Di sisi lain, munculnya penilaian positif terhadap perkembangan ekonomi Eropa memberikan sentimen positif pada EUR sehingga mampu bergerak melampaui USD. Efeknya beberapa mata uang lain mencetak hasil positif terhadap mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS-.
"Imbasnya tentu mata uang lainnya terlihat menguat terhadap USD, termasuk rupiah. Sementara itu, sentimen dari permasalahan holding BUMN dan cenderung melemahnya IPO saham-saham BUMN tidak terlalu menjadi penghalang pergerakan rupiah," pungkasnya.
(akr)