Keputusan Penyederhanaan Golongan Listrik di Tangan Presiden

Kamis, 30 November 2017 - 14:19 WIB
Keputusan Penyederhanaan...
Keputusan Penyederhanaan Golongan Listrik di Tangan Presiden
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengemukakan bahwa keputusan mengenai rencana penyederhanaan golongan pelanggan listrik ada di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hingga saat ini, pihaknya masih terus menampung aspirasi masyarakat terkait rencana tersebut.

(Baca: Rasio Elektrifikasi RI Diklaim Tembus 93,5% )

Jonan mengungkapkan, penyederhanaan golongan listrik hingga saat ini belum dijalankan. Sebab, sosialisasi dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat membutuhkan waktu cukup lama. Mengingat, hampir seluruh masyarakat di Indonesia merupakan pengguna listrik.

"Intinya gini, jadi kita akan tetap pada tahap menampung aspirasi masyarakat, diskusi, terus rekan media juga dimintai pendapat. Ini belum dijalankan kok. Jalankan atau tidak, nanti keputusannya ada di Presiden. Kita berpikir, mungkin sosialisasinya untuk customer ya bukan stakeholder, jadi customer yang besar sekali," katanya di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Mantan Menteri Perhubungan ini menegaskan, kebijakan tersebut bukan akal-akalan pemerintah untuk menutupi kerugian PLN. Melainkan, pemerintah memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menambah daya listriknya. Apalagi, tawaran untuk meningkatkan daya listrik ini bersifat sukarela dan gratis.

"Tujuannya satu, ini juga bukan untuk PLN takut rugi, malah dengan ini nutupi. Misalnya sekarang, orang kan kalau mau nambah daya kan bayar sekarang. Nah, ini ditawarkan gratis, ini sukarela kok. Enggak mau juga enggak apa-apa. Tapi ini akan disosialisasi dulu, ditanyakan, bagaimana sampai semua sepakat, jadi enggak buru-buru sekarang," terang dia.

Apalagi, tambah Jonan, saat ini Indonesia sudah memasuki era teknologi digital. Jadi, jika masyarakat masih berlangganan listrik berdaya 900 voltampere (VA) atau 1.300 VA maka akan menyulitkan masyarakat jika mereka ingin menjalankan usaha.

"Ini kan zamannya sudah makin lama makin berubah menggunakan tekhnologi information techonology. Kalau langganan 900 VA atau 1.300 VA, kalau mau punya usaha UKM itu kan susah. Ini yang penting itu. Asal tarifnya enggak naik, biaya abodemen tidak naik, tapi ini masih disosialisasi terus," jelas Jonan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
12 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
2 jam yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
2 jam yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
2 jam yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
3 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
4 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved