Mengenal Proses Produksi Alumunium di Pabrik Inalum

Rabu, 06 Desember 2017 - 11:40 WIB
Mengenal Proses Produksi...
Mengenal Proses Produksi Alumunium di Pabrik Inalum
A A A
KUALA TANJUNG - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum setiap tahunnya mampu menghasilkan 260 ribu ton aluminium cair. Berdasarkan pantauan SINDOnews yang berkesempatan melihat langsung produksi alumunium pabrik peleburan Inalum di Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, ada empat pabrik meliputi pabrik karbon, pabrik reduksi, pabrik penuangan, dan gas cleaning system.

Prosesnya dalam hal ini, bahan baku impor diangkut di Pelabuhan PT Inalum untuk kemudian diibawa ke pabrik peleburan. Selanjutnya terdapat 510 tungku pembakaran yang sehari-hari digunakan untuk melebur aluminium. Dimana fungsi tungku reduksi ini yakni mengubah bubuk alumina menjadi aluminium cair.

Mengenal Proses Produksi Alumunium di Pabrik Inalum


Bahan inilah yang akan dibawa ke percetakan aluminium di pabrik penuangan. Reached alumina yang telah dihasilkan dalam tungku reduksi kemudian dimasukkan ke hopper pot dengan anode changing rame .

Bahan tadi akan dibawa dengan kendaraan khusus Anode Transportasi Car (ATC) untuk digunakan sebagai elektroda dalam proses elektronika. Setelah anoda tersebut dipakai selama kurang lebih 30 hari di dalam pot puntung anoda tersebut diganti dengan yang baru dan kembali dimasukkan kedalam sebuah tempat dalam pencairan alumunium .

Setelah itu ditempatkan ke dalam penuangan untuk dicetak menjadi sebuah alumunium utuh. Dalam percetakannya ini, penggunaan air pun dilarang dikarenakan akan cukup membahayakan produksi alumunium.

Setelah mendapat proses yang tidak terlalu lama, alumunium cair tersebut dicetak di casting Machinery menjadi ingot dengan berat 22,7 kilogram (kg) per batang. Produksi alumunium pun siap di jual dan diekspor dalam memenuhi kebutuhan alumunium.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
3 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
3 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
4 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
4 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
5 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
5 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved