Antisipasi Lonjakan Harga Pangan, Pemerintah Harus Awasi Spekulan

Kamis, 14 Desember 2017 - 03:07 WIB
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Pangan, Pemerintah Harus Awasi Spekulan
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mengantisipasi kenaikan harga pangan jelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Pasalnya momentum Natal dan Tahun Baru bakal memicu peningkatan permintaan hingga berakibat kepada kenaikan harga pangan ataupun kelangkaan beberapa komoditi pangan karena stok kurang ataupun ulah spekulan.

"Permintaan yang tinggi akan memicu kenaikan harga, jika tidak diawasi akan memancing ulah spekulan untuk mencari keuntungan besar, menimbun barang agar langka dan menarik untung yang besar menyusahkan konsumen. Pemerintah dan kepolisian harus waspada dalam hal pengawasan tata niaga bahan pokok tersebut," ujar Wakil Ketua Komisi X DPR Sutan Adil Hendra, Rabu (13/20 malam.

Menurutnya, dalam hal mengantisipasi kelangkaan pangan ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan pemerintah. Yakni mengamankan pasokan barang atau rantai distribusi pangan, meminimalisir dampak cuaca, dan pengendalian serangan hama. "Ketiga hal ini menjadi masalah pangan secara nasional dari hulu ke hilir," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi IV DPR Hermanto yang mengutarakan dalam mengantisipasi lonjakan harga bahan pangan, dibutuhkan koordinasi yang kuat dan berbasis data dalam mengamankan jalur pengadaan pangan nasional. Seperti masalah distribusi pangan, dimana waktu panen komoditas pangan beberapa daerah di Indonesia tidak serempak. Untuk itu, perlu diketahui secara seksama data supply and demand antar daerah.

"Masalah pangan jangan ada yang berlebih ataupun yang kurang. Karena stok berlebih menjadikan harga jatuh, stok kurang jadi harga melonjak. Mengatur ini semua butuh koordinasi yang berbasis data, agar kelangkaan pangan di hari Natal dan Tahun Baru bisa kita atasi," ungkapnya.

Dia juga menilai ancaman krisis pangan sudah semakin dekat. Pemerintah harus melakukan inovasi yang bisa mencegah krisis atau setidaknya menghambat laju krisis. "Ancaman krisis pangan sudah semakin dekat, tanda-tandanya sudah tampak, di antaranya semakin sempitnya lahan akibat alih fungsi lahan, semakin sulitnya mencari lahan baru untuk tanaman pangan dan semakin tidak terkendalinya pertumbuhan penduduk," papar dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
31 menit yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
1 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
1 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
1 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
2 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved