China Menaikkan Suku Bunga Berjangka Ikuti The Fed

Kamis, 14 Desember 2017 - 13:07 WIB
China Menaikkan Suku...
China Menaikkan Suku Bunga Berjangka Ikuti The Fed
A A A
BEIJING - Bank Sentral China mendorong pasar mata uang dengan menaikkan suku bunga jangka pendek dan panjang menjadi lebih tinggi, hanya beberapa jam setelah Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuan. Beijing sepertinya berusaha mencegah arus keluar modal tanpa menyakiti pertumbuhan ekonomi.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (14/12/2017) ekonom mengaku terkejut dengan perubahan tersebut dengan mengatakan bahwa lima basis poin merupakan peningkatan yang kecil dan lebih seperti simbolok daripada substantif. Sementara Bank Rakyat China menyebutnya bahwa ini hanya reaksi pasar yang normal, lewat ekspektasi suku bunga wajar.

Indeks utama China tercatat mengalami sedikit penurunan, setelah berita tersebut dengan saham infrastruktur, dan keuangan lebih rendah. Peningkatan tarif pada reverse repurchase Agreement atau reverse repos, digunakan untuk operasi pasar terbuka oleh 5 basis poin untuk tenor 7 hari dan 28 hari.

Disebutkan juga dalam sebuah pernyataan bahwa peningkatan tarif dalam jangka satu tahun medium-term lending facility (MLF) juga sebesar 5 basis poin. Hal ini pertama kalinya Bank Sentral China menaikkan suku bunga sejak Maret ketika pemerintah gencar mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan leverage dan utang dalam perekonomian.

Seorang analis dari Bank of Communications yakni Chen Ji, mengatakan kenaikan ini menjadi sesuatu yang tak terduga. Tapi menurutnya terlalu kecil untuk memiliki dampak besar dan hanya hanya merupakan tanggapan terhadap kenaikan suku bunga Fed.

"Ini tidak benar-benar mempengaruhi tingkat pinjaman dan fluktuasi yang terlihat sangat normal dalam pasar antar bank," ungkapnya seraya menambahkan bahwa Ia pikir ekonomi China tidak cukup kuat untuk menaikkan suku bunga acuan lebih tinggi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
5 menit yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
27 menit yang lalu
Pertamina Jamin Stok...
Pertamina Jamin Stok LPG di Surabaya Aman
1 jam yang lalu
Tol Prambanan-Purwomartani...
Tol Prambanan-Purwomartani Siap Beroperasi Mudik Lebaran 2027
1 jam yang lalu
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
2 jam yang lalu
Sucofindo Dukung Inisiatif...
Sucofindo Dukung Inisiatif ABPEDNAS melalui Program Srikandi Jaga Desa
3 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved