Harga Minyak Dunia Mendatar Saat Produksi AS Meningkat
Selasa, 19 Desember 2017 - 09:15 WIB
Harga Minyak Dunia Mendatar Saat Produksi AS Meningkat
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak dunia sedikit berubah pada awal perdagangan hari ini, ketika pasar Internasional bergelombang seiring peningkatan produksi minyak Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut mengganggu upaya pemotongan produksi yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) dalam upaya mendukung harga minyak mentah.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (19/12/2017) harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD57,22 barel pada pukul 01.08 GMT, atau meningkat mencapai sebesar 6 sen dari sesi terakhir. Sementara harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan Internasional bertengger pada posisi USD63,34 per barel dengan penurunan 7 sen dari sesi terdekat.
Pergerakan harga sedikit berubah sejak kemarin, ketika Brent berada pada kisaran harga USD63,00 hingga USD63,91 per barel. Tekanan kepada Brent datang setelah pekerja minyak nasional di Nigeria menggelar aksi mogok. Meskipun demikian, Brent mengantongi dukungan oleh pemotongan pasokan sukarela dari anggota OPEC hingga sekelompok produsen non-OPEC termasuk Rusia.
Pembatasan produksi serta gangguan, membuat persediaan minyak jatuh secara global. "OECD persediaan industri menurun sebesar 40 juta barel pada bulan Oktober untuk 2,92 miliar barel. Sedangkan persediaan global menurun sebesar 61 juta barel untuk 5,48 miliar barel. Hal ini jelas menunjukkan bahwa pasar di 4Q17 defisit pasokan (1 juta barel per hari)," kata peneliti di Bernstein energi.
Ancaman pelemahan terhadap upaya yang dipimpin OPEC untuk mengencangkan pasar, datang ketika produksi minyak mentah AS terus meningkat yang tercatat sekitar 16% sejak pertengan 2016 sebesar 9,8 juta bpd. Hal itu berarti produksi AS mendekati produser top Rusia dan Arab Saudi, yang saat ini memompa sekitar 11 dan 10 juta bpd untuk masing-masing.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (19/12/2017) harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD57,22 barel pada pukul 01.08 GMT, atau meningkat mencapai sebesar 6 sen dari sesi terakhir. Sementara harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan Internasional bertengger pada posisi USD63,34 per barel dengan penurunan 7 sen dari sesi terdekat.
Pergerakan harga sedikit berubah sejak kemarin, ketika Brent berada pada kisaran harga USD63,00 hingga USD63,91 per barel. Tekanan kepada Brent datang setelah pekerja minyak nasional di Nigeria menggelar aksi mogok. Meskipun demikian, Brent mengantongi dukungan oleh pemotongan pasokan sukarela dari anggota OPEC hingga sekelompok produsen non-OPEC termasuk Rusia.
Pembatasan produksi serta gangguan, membuat persediaan minyak jatuh secara global. "OECD persediaan industri menurun sebesar 40 juta barel pada bulan Oktober untuk 2,92 miliar barel. Sedangkan persediaan global menurun sebesar 61 juta barel untuk 5,48 miliar barel. Hal ini jelas menunjukkan bahwa pasar di 4Q17 defisit pasokan (1 juta barel per hari)," kata peneliti di Bernstein energi.
Ancaman pelemahan terhadap upaya yang dipimpin OPEC untuk mengencangkan pasar, datang ketika produksi minyak mentah AS terus meningkat yang tercatat sekitar 16% sejak pertengan 2016 sebesar 9,8 juta bpd. Hal itu berarti produksi AS mendekati produser top Rusia dan Arab Saudi, yang saat ini memompa sekitar 11 dan 10 juta bpd untuk masing-masing.
(akr)
Lihat Juga :