Harga Minyak Dunia Lebih Tinggi Saat Stok AS Diramal Jatuh
Rabu, 20 Desember 2017 - 10:47 WIB
Harga Minyak Dunia Lebih Tinggi Saat Stok AS Diramal Jatuh
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia sedikit berubah pada awal perdagangan hari ini, Rabu (20/12/2017) didukung oleh ramalan kejatuhan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS). Hal ini seiring penutupan lanjutan sistem pipa North Sea Forties.
Seperti dilansir Reuters, tercatat harga minyak berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD57,71 barel pada pukul 0100 GMT, atau meningkat sebesar 15 sen dari sesi terakhir. Sementara harga minyak mentah berjangka Brent yang menjadi patokan internasional untuk harga minyak berada di posisi USD63.86 per barel dengan kenaikan mencapai 6 sen.
American Petroleum Institute mengatakan Selasa kemarin, bahwa persediaan minyak mentah AS jatuh sebesar 5,2 juta barel dalam sepekan hingga 15 Desember menjadi 438,7 juta. "Harga minyak lebih tinggi beberapa inchi dengan harapan kuat penarikan persediaan minyak AS," ujar ANZ bank.
Sementara data resmi pemerintah AS terkait stok minyak mentah dari administrasi informasi energi (EIA) dijadwalkan akan disampaikan hari ini. Harga minyak telah mendapatkan dukungan dari pemadaman yang masih berlanjut dari jalur pipa di Laut Utara, hingga memberikan beban kepada harag minyak berjangka Brent.
Operator Ineos berharap dapat memperbaiki celah dalam pipa, yang dapat memompa sekitar 450.000 barel per hari minyak mentah, dalam waktu dua sampai empat minggu dari 11 Desember. Meskipun outage Laut Utara dan AS membuat jatuh persediaan minyak mentah, namun harga minyak tetap terhada pada level USD65,63 dan USD59,05 per barel untuk jadi harian tertinggi untuk masing-masing Brent dan WTI.
Para pelaku pasar mengatakan peningkatan produksi minyak mentah AS C-OUT-T-EIA, yang telah meningkat 16% sejak pertengahan 2016 dengan 9,8 juta bpd telah membatasi harga. Para analis memprediksi output AS bakal tembus 10 juta bpd dalam waktu dekar, yang akan menjadi rekor baru dan membawanya ke tingkat yang setara dengan eksportir Arab Saudi dan mendekati produser top Rusia, yang mampu mempompa sekitar 11 juta bpd.
Seperti dilansir Reuters, tercatat harga minyak berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD57,71 barel pada pukul 0100 GMT, atau meningkat sebesar 15 sen dari sesi terakhir. Sementara harga minyak mentah berjangka Brent yang menjadi patokan internasional untuk harga minyak berada di posisi USD63.86 per barel dengan kenaikan mencapai 6 sen.
American Petroleum Institute mengatakan Selasa kemarin, bahwa persediaan minyak mentah AS jatuh sebesar 5,2 juta barel dalam sepekan hingga 15 Desember menjadi 438,7 juta. "Harga minyak lebih tinggi beberapa inchi dengan harapan kuat penarikan persediaan minyak AS," ujar ANZ bank.
Sementara data resmi pemerintah AS terkait stok minyak mentah dari administrasi informasi energi (EIA) dijadwalkan akan disampaikan hari ini. Harga minyak telah mendapatkan dukungan dari pemadaman yang masih berlanjut dari jalur pipa di Laut Utara, hingga memberikan beban kepada harag minyak berjangka Brent.
Operator Ineos berharap dapat memperbaiki celah dalam pipa, yang dapat memompa sekitar 450.000 barel per hari minyak mentah, dalam waktu dua sampai empat minggu dari 11 Desember. Meskipun outage Laut Utara dan AS membuat jatuh persediaan minyak mentah, namun harga minyak tetap terhada pada level USD65,63 dan USD59,05 per barel untuk jadi harian tertinggi untuk masing-masing Brent dan WTI.
Para pelaku pasar mengatakan peningkatan produksi minyak mentah AS C-OUT-T-EIA, yang telah meningkat 16% sejak pertengahan 2016 dengan 9,8 juta bpd telah membatasi harga. Para analis memprediksi output AS bakal tembus 10 juta bpd dalam waktu dekar, yang akan menjadi rekor baru dan membawanya ke tingkat yang setara dengan eksportir Arab Saudi dan mendekati produser top Rusia, yang mampu mempompa sekitar 11 juta bpd.
(akr)
Lihat Juga :