Proyek Pembangunan PLTU Indramayu JBT 3 Molor

Rabu, 20 Desember 2017 - 18:44 WIB
Proyek Pembangunan PLTU...
Proyek Pembangunan PLTU Indramayu JBT 3 Molor
A A A
INDRAMAYU - Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indramayu Jawa Bagian Tengah (JBT) 3 kapasitas 2x1.000 MW dipastikan molor. Akibatnya, suplai listrik untuk wilayah Jawa dan Bali sebesar 35.000 MW baru bisa terpenuhi pada 2022.

General Manager PLN Unit Induk Pembangkit (UIP) JBT I A Daryanto Ariyadi mengakui, rencana pembangunan konstruksi PLTU 2x1.000 dipastikan molor. Proses konstruksi yang rencananya dimulai Oktober 2017, diperkirakan baru bisa dimulai pada awal 2019.

"Kami berharap ini sesegera mungkin mulai dibangun. Kendalanya, karena ada beberapa tahapan yang belum selesai. Sehingga, untuk sampai proses lelang mungkin, awal 2019 baru bisa pembangunan konstruksi," kata Daryanto pada media tour di PLTU Indramayu, Rabu (20/12/2017).

Pembangunan PLTU Indramayu ini juga akan mendapatkan pinjaman dana Japan International Cooperation Agency (JICA). Sehingga, sebelum proses kontrak, PLN harus menyelesaikan semua persyaratan. Seperti ketersediaan tanah dan kelengkapan administrasi. Proses itu menurutnya membutuhkan waktu.

Dia memastikan, delay-nya pembangunan PLTU 2x1.000 bukan karena persoalan perizinan dan pembebasan tanah. Saat ini proses pembebasan tanah sekitar 275 hektare telah selesai. Begitupun dengan perizinan, dari 12 tinggal dua perizinan yang sedang dalam proses, yaitu izin mendirikan bangunan (IMB) dan izin gangguan (HO).

Kendati proyek tersebut tidak sesuai jadwal, pihaknya memastikan suplai listrik untuk Jawa dan Bali hingga 2022 tidak akan terganggu. Saat ini, ada belasan pembangkit sedang dalam proses konstruksi. Sehingga sebelum tahun 2022, PLN akan mendapatkan tambahan listrik.

"Memang agak delay, tapi tidak mengganggu suplai listrik. Hingga 2023 ada belasan pembangkit yang saat ini sedang dibangun yang nantinya bisa menghasilkan 13.222 megawatt. Harapannya, ini ke depan terus berjalan, sehingga saat ada permintaan, proyek ini sudah siap," jelas Daryanto.

Estimasi dana untuk pembangunan proyek tersebut mencapai USD21 miliar, sekitar 70%-80% dana berasal dari pinjaman JICA dan sisanya belanja modal PLN. Skema pinjaman JICA untuk proyek ini melalui kerja sama governance to governance (G to G) yang diteruskan pemerintah ke PLN dalam bentuk SLH.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PLTU Barru OMU Berkomitmen...
PLTU Barru OMU Berkomitmen Catatkan Performa Optimal
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
PLTU Barru 2 Sukses...
PLTU Barru 2 Sukses Laksanakan Tahapan Backfeeding
Kantongi SLO, PLTA Poso...
Kantongi SLO, PLTA Poso Dukung Transisi ke Energi Terbarukan
PLN Bakal Lakukan Steam...
PLN Bakal Lakukan Steam Blow Proyek PLTU Sulsel Barru-2
Banjir Terjang Lokasi...
Banjir Terjang Lokasi Proyek PLTU Suralaya Akibat Curah Hujan Tinggi
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
2 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
2 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
3 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
3 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
3 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
4 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Selasa 3 Maret 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved