Harga Minyak Dunia Jatuh Usai Sempat Sentuh Posisi Tertinggi 2015
Jum'at, 22 Desember 2017 - 10:12 WIB
Harga Minyak Dunia Jatuh Usai Sempat Sentuh Posisi Tertinggi 2015
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia jatuh cukup dalam setelah sempat menyentuh posisi tertinggi sejak 2015 dalam sesi sebelumnya, terbebani peningkatan produksi minyak Amerika Serikat. Harapan pembukaan kembali empat puluh pipa jarisangan Laut Utara menjadi sentimen negatif bagi pasar.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (22/12/2017) volume minyak mentah berjangkan turun sangat cepat, ketika Investor bersiap breaks jelang Natal dan Tahun Baru. Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD58,15 per barel pada posisi 0130 GMT atau turun 21 sen setara dengan 0,4%.
Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent yang menjadi patokan Internasional untuk harga minyak berada di level USD64,64 per barel, turun 26 sen atau 0,3%. Brent pada perdagangan Kamis kemarin, sempat ditutup pada posisi USD64,90 per barel, untuk mencapai rekor tertinggi sejak Juni 2015.
Berbanding terbalik pada hari ini harga minyak tenggelam sebagian besar disebabkan outlook untuk kenaikan persediaan untuk memicu aksi dari pedagang jelang akhir tahun. "Kurangnya momentum jelang liburan menaklukkan volume perdagangan," ujar Analis Senior Pialang Berjangka Oanda Jeffrey Halley di Singapura.
Beban besar selanjutnya datang ketika kembalinya empat puluhan pipa sistem di Laut Utara pada bulan Januari akan mampu membuat produksi bertambah 450.000 barel per hari (bpd). Dalam jangka panjang, para analis memperkirakan kenaikan produksi minyak mentah di Amerika Serikat bisa mendekati 10 juta bpd.
Kondisi tersebut tentu bakal mengganggu upaya pengurangan produksi yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekelompok negara produsen non-OPEC, termasuk Rusia, untuk memperketat pasar. Kesepakatan terbaru menyatakan upaya menekan pasokan tetap bertahan hingga akhir 2018, mendatang.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (22/12/2017) volume minyak mentah berjangkan turun sangat cepat, ketika Investor bersiap breaks jelang Natal dan Tahun Baru. Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD58,15 per barel pada posisi 0130 GMT atau turun 21 sen setara dengan 0,4%.
Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent yang menjadi patokan Internasional untuk harga minyak berada di level USD64,64 per barel, turun 26 sen atau 0,3%. Brent pada perdagangan Kamis kemarin, sempat ditutup pada posisi USD64,90 per barel, untuk mencapai rekor tertinggi sejak Juni 2015.
Berbanding terbalik pada hari ini harga minyak tenggelam sebagian besar disebabkan outlook untuk kenaikan persediaan untuk memicu aksi dari pedagang jelang akhir tahun. "Kurangnya momentum jelang liburan menaklukkan volume perdagangan," ujar Analis Senior Pialang Berjangka Oanda Jeffrey Halley di Singapura.
Beban besar selanjutnya datang ketika kembalinya empat puluhan pipa sistem di Laut Utara pada bulan Januari akan mampu membuat produksi bertambah 450.000 barel per hari (bpd). Dalam jangka panjang, para analis memperkirakan kenaikan produksi minyak mentah di Amerika Serikat bisa mendekati 10 juta bpd.
Kondisi tersebut tentu bakal mengganggu upaya pengurangan produksi yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekelompok negara produsen non-OPEC, termasuk Rusia, untuk memperketat pasar. Kesepakatan terbaru menyatakan upaya menekan pasokan tetap bertahan hingga akhir 2018, mendatang.
(akr)
Lihat Juga :