Infrastruktur Hampir Rampung, Jokowi Tegaskan Saatnya Bangun SDM
Rabu, 27 Desember 2017 - 21:09 WIB
Infrastruktur Hampir Rampung, Jokowi Tegaskan Saatnya Bangun SDM
A
A
A
BEKASI - Pembangunan infrastruktur banyak di antaranya yang sudah hampir rampung, setelahnya pemerintah mulai 2018 mendatang akan fokus kepada pembangunan sumber daya manusia (SDM) secara besar-besaran atau masif. Hal ini ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai menghadiri acara penyerahan Sertifikat Kompetensi Pemagangan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi.
“Hal ini harus dilakukan, karena kalau tidak kita mulai, kekuatan penduduk usia produktif kita yang 60% dari total penduduk Indonesia itu bisa hilang,” ujar Jokowi seperti dilansir laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (Setkab) di Bekasi, Rabu (27/12/2017).
Lebih lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menekankan industri, pabrik, manufaktur, akan dilibatkan, termasuk urusan upah apabila pembangunan SDM ini sudah masuk ke anggaran yang betul-betul besar-besaran. “Mungkin bisa saja Pemerintah nanti berkontribusi. Bisa saja melalui kontribusi subsidi di upah, bisa saja lewat pengurangan pajak. Saya kira banyak pilihan yang bisa dikerjakan,” terang Presiden.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga memuji kondisi Balai Latihan Kerja (BLK) di Bekasi yang dinilainya sudah bagus. Menurutnya balai pelatihan tersebut tidak hanya dilengkapi dengan peralatan bagus, tetapi juga gedung serta instruktur dengan standar tinggi. Untuk itu, pemerintah akan fokus kepada pembangunan sumber daya manusia ke depannya.
“Jadi di BLK di Bekasi ini konsentrasi di elektronika dan IT. Nanti di tempat lain akan berbeda lagi, di keterampilan yang lain, di kejuruan yang lain, di bidang yang lain,” paparnya.
Adapun mengenai pemberian bantuan modal usaha kepada salah satu peserta program Sertifikasi Kompetensi Pemagangan, Kepala Negara mengingatkan, bahwa pengusaha-pengusaha pemula juga perlu disuntik, dimotivasi, didorong agar banyak lagi anak-anak muda yang tertarik masuk ke dunia usaha.
“Hal ini harus dilakukan, karena kalau tidak kita mulai, kekuatan penduduk usia produktif kita yang 60% dari total penduduk Indonesia itu bisa hilang,” ujar Jokowi seperti dilansir laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (Setkab) di Bekasi, Rabu (27/12/2017).
Lebih lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menekankan industri, pabrik, manufaktur, akan dilibatkan, termasuk urusan upah apabila pembangunan SDM ini sudah masuk ke anggaran yang betul-betul besar-besaran. “Mungkin bisa saja Pemerintah nanti berkontribusi. Bisa saja melalui kontribusi subsidi di upah, bisa saja lewat pengurangan pajak. Saya kira banyak pilihan yang bisa dikerjakan,” terang Presiden.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga memuji kondisi Balai Latihan Kerja (BLK) di Bekasi yang dinilainya sudah bagus. Menurutnya balai pelatihan tersebut tidak hanya dilengkapi dengan peralatan bagus, tetapi juga gedung serta instruktur dengan standar tinggi. Untuk itu, pemerintah akan fokus kepada pembangunan sumber daya manusia ke depannya.
“Jadi di BLK di Bekasi ini konsentrasi di elektronika dan IT. Nanti di tempat lain akan berbeda lagi, di keterampilan yang lain, di kejuruan yang lain, di bidang yang lain,” paparnya.
Adapun mengenai pemberian bantuan modal usaha kepada salah satu peserta program Sertifikasi Kompetensi Pemagangan, Kepala Negara mengingatkan, bahwa pengusaha-pengusaha pemula juga perlu disuntik, dimotivasi, didorong agar banyak lagi anak-anak muda yang tertarik masuk ke dunia usaha.
(akr)
Lihat Juga :