Harga Jual Emas Antam Menguat ke Rp647.000/Gram
Rabu, 03 Januari 2018 - 10:25 WIB
Harga Jual Emas Antam Menguat ke Rp647.000/Gram
A
A
A
JAKARTA - Harga jual dan beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Rabu (3/1/2018) kembali melanjutkan penguatan. Hal ini selaras dengan kondisi emas dunia yang menguat sejak tiga setengah bulan terakhir karena melemahnya dolar Amerika Serikat (USD).
Melansir situs Logammulia.com, Rabu (3/1/2018) harga jual emas Antam naik Rp3.000 ke posisi Rp647.000 per gram. Penguatan juga terjadi pada harga buyback emas Antam sebesar Rp2.000 menjadi Rp567.000 per gram.
Untuk harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.255.000 dengan harga per gram Rp627.500. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.864.000 dengan harga per gram Rp621.333. Sedangkan harga emas 4 gram senilai Rp2.474.000 dengan harga per gram Rp618.500. Emas ukuran 5 gram seharga Rp3.092.000 dengan harga per gram Rp618.400.
Harga emas 10 gram dijual Rp6.109.000 dengan harga per gram Rp610.900. Harga emas 25 gram Rp15.135.000 dengan harga per gram Rp605.400. Harga emas 50 gram sebesar Rp30.118.000 dengan harga per gram Rp602.360.Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp60.060.000 dengan harga per gram Rp600.600. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp149.760.000 dengan harga per gram Rp599.040 dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp299.143.000 dengan harga per gram Rp598.286.
Harga jual emas Antam di Pulogadung juga meningkat Rp3.000 ke level Rp637.000 per gram dan harga buyback naik Rp2.000 menjadi Rp567.000 per gram. Harga emas Antam di Jakarta II bertambah Rp3.000 ke posisi Rp647.000 per gram dengan buyback di level Rp567.000 per gram.
Seperti diutarakan di atas, harga emas dunia naik pada Rabu ini, mencapai level tertinggi tiga setengah bulan, didorong oleh dolar yang lembut. Mengutip dari Reuters, Rabu (3/1/2018), harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi USD1.320,77 per ons pada pukul 00:58 GMT, ini merupakan level tertinggi sejak 15 September 2017. Harga emas berjangka AS naik 0,5% menjadi USD1.322,40 per ons.
Naiknya emas karena indeks dolar jatuh ke posisi terendah pada tiga bulan terakhir, dimana angkanya di bawah ekspektasi laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat oleh Federal Reserve AS. Greenback mencatat penurunan tahunan terbesar sejak 2003 dan 2017, membantu mengangkat emas ke kenaikan tahunan lebih dari 13%.
Melansir situs Logammulia.com, Rabu (3/1/2018) harga jual emas Antam naik Rp3.000 ke posisi Rp647.000 per gram. Penguatan juga terjadi pada harga buyback emas Antam sebesar Rp2.000 menjadi Rp567.000 per gram.
Untuk harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.255.000 dengan harga per gram Rp627.500. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.864.000 dengan harga per gram Rp621.333. Sedangkan harga emas 4 gram senilai Rp2.474.000 dengan harga per gram Rp618.500. Emas ukuran 5 gram seharga Rp3.092.000 dengan harga per gram Rp618.400.
Harga emas 10 gram dijual Rp6.109.000 dengan harga per gram Rp610.900. Harga emas 25 gram Rp15.135.000 dengan harga per gram Rp605.400. Harga emas 50 gram sebesar Rp30.118.000 dengan harga per gram Rp602.360.Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp60.060.000 dengan harga per gram Rp600.600. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp149.760.000 dengan harga per gram Rp599.040 dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp299.143.000 dengan harga per gram Rp598.286.
Harga jual emas Antam di Pulogadung juga meningkat Rp3.000 ke level Rp637.000 per gram dan harga buyback naik Rp2.000 menjadi Rp567.000 per gram. Harga emas Antam di Jakarta II bertambah Rp3.000 ke posisi Rp647.000 per gram dengan buyback di level Rp567.000 per gram.
Seperti diutarakan di atas, harga emas dunia naik pada Rabu ini, mencapai level tertinggi tiga setengah bulan, didorong oleh dolar yang lembut. Mengutip dari Reuters, Rabu (3/1/2018), harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi USD1.320,77 per ons pada pukul 00:58 GMT, ini merupakan level tertinggi sejak 15 September 2017. Harga emas berjangka AS naik 0,5% menjadi USD1.322,40 per ons.
Naiknya emas karena indeks dolar jatuh ke posisi terendah pada tiga bulan terakhir, dimana angkanya di bawah ekspektasi laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat oleh Federal Reserve AS. Greenback mencatat penurunan tahunan terbesar sejak 2003 dan 2017, membantu mengangkat emas ke kenaikan tahunan lebih dari 13%.
(ven)
Lihat Juga :