Pernikahan Pangeran Harry-Meghan Bakal Kerek Ekonomi Inggris

Kamis, 04 Januari 2018 - 04:08 WIB
Pernikahan Pangeran...
Pernikahan Pangeran Harry-Meghan Bakal Kerek Ekonomi Inggris
A A A
LONDON - Pernikahan Pangeran Harry dengan aktris Amerika Meghan Markle berpotensi memberikan pemasukan sebesar 500 juta poundsterling atau setara dengan Rp9,1 triliun ke perekonomian Inggris. Alasannya lantaran wisatawan bakal berbondong-bondong membanjiri Negeri Ratu Elizabeth tersebut untuk merayakan pernikahan anggota kerajaan.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (3/1) Harry sendiri merupakan cucu Ratu Elizabeth dan berada pada urutan kelima dalam garis pewaris tahta, akan menikahi Markle pada 19 Mei di Kastil Windsor yang selama hampir 1.000 tahun telah menjadi rumah bagi para raja dan ratu Inggris. Sebelumnya ketika kakak Harry yakni William menikahi istrinya Kate pada April 2011 membuat ada tambahan 350.000 turis ke Inggris.

Diperkirakan angka yang sama bakal terulang saat Harry melepas status lajangnya pada Mei, mendatang berdasarkan data Kantor Statistik Nasional. Konsultasi Valuasi bisnis Brand Finance meramalkan gelombang kunjungan wisatawan bakal meningkat dan secara total diperkirakan pernikahan tersebut bakal menghasilkan 500 juta pounds yang setara USD680 juta.

"Kami kira sekitar 200 juta pound akan mengalir dari sektor pariwisata, perjalanan, dan hotel," kata kepala eksekutif perusahaan wisata, David Haigh, kepada Reuters.

Ditambah sekitar 150 juta pound akan dibelanjakan untuk pesta dan 50 juta pound berasal dari pembelian T-shirt, topi dan pernak-pernik pernikahan lainnya. Pernikahan Harry juga akan bernilai sekitar 100 juta pounds dari iklan di seluruh dunia. Bisnis di Windsor sudah bersiap-siap untuk mengambil keuntungan dari ketertarikan seluruh dunia.

Pernijakan Harry yang berusia 33 dan salah satu anggota paling populer dari keluarga kerajaan Inggris serta Markle (36 tahun) yang dikenal lewat peran yang dibintanginya dalam serial drama televisi 'Suits' bakal menjadi sorotan dan memberikan beberapa kilauan Hollywood.

"Itu akan menjadi dorongan besar bagi perekonomian, serta menjadi peristiwa besar yang dinanti begitu banyak orang di sini. Kami bakal benar-benar menjadi tuan rumah sendiri," ujar Manajer Hotel Harte dan Garter Andrew Lee yang terletak di seberang Istana Windsor.

Bos pariwisata Inggris sudah memprediksi 2018 menjadi tahun yang positif untuk industri, dibantu oleh jatuhnya nilai pounds sejak 2016. VisitBritain, Badan Pariwisata Nasional, memperkirakan bahwa 41.7 juta kunjungan dari luar negeri akan datang ke Inggris pada tahun 2018, menghasilkan 26,9 miliar pounds.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
2 jam yang lalu
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
3 jam yang lalu
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
3 jam yang lalu
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
4 jam yang lalu
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
4 jam yang lalu
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
5 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved