SP JICT Ungkap Penyebab Layanan Pelabuhan Peti Kemas Buruk

Selasa, 09 Januari 2018 - 18:39 WIB
SP JICT Ungkap Penyebab...
SP JICT Ungkap Penyebab Layanan Pelabuhan Peti Kemas Buruk
A A A
JAKARTA - Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (SP JICT) menyesalkan pelayanan di pelabuhan peti kemas yang tidak maksimal. Bahkan, insiden fatal keluarnya peti kemas impor tanpa izin sempat terjadi.

"Berdasar kajian SP JICT, penyebab utama pelayanan JICT buruk adalah vendor baru Multi Tally Indonesia (MTI) yang tidak memiliki SDM terampil dalam mengerjakan pelayanan pelabuhan," kata Ketua SP JICT Hazris Maslyah di Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Penyebab lainnya, lanjut dia, profesionalitas direksi yang bertanggung jawab langsung di bidang pelayanan. 15 insiden kecelakaan kerja dan memburuknya produktivitas menunjukkan lambatnya penanganan.

Karena itu, SP JICT meminta agar Direksi JICT dan Pelindo II bersama pejabat negara yang berwenang di pelabuhan berhenti bermain-main dengan pelayanan publik. Saat ini yang dibutuhkan, langkah nyata untuk menghentikan berbagai insiden di JICT.

Pelindo II bersama Kementrian Perhubungan (Kemenhub) diharapkan berkonsentrasi penuh menanggulangi kasus-kasus pelayanan buruk JICT dengan mengerahkan semua kewenangan yang dimiliki, agar memberikan pelayanan pelabuhan petikemas terbaik bagi pengguna jasa.

"SP JICT berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Tapi, kami sayangkan kebijakan kontraproduktif direksi ini," imbuh Hazris.

Menurutnya, SP JICT telah mengeluarkan surat edaran kepada pekerja untuk bekerja sesuai dengan SOP dan tanggung jawab masing-masing pekerjaan. Tercatat telah terjadi 28 re-handling muatan di kapal, terjadi salah posisi muat, petikemas tidak terangkut dan kapal terlambat.

Hal tersebut karena pegawai baru MTI tidak bisa menggunakan sistem dengan benar. Bahkan, ada truk harus menunggu sampai 32 jam untuk mendapatkan pelayanan.

"Dwelling time dan kemacetan di JICT lebih karena direksi dan vendor baru MTI yang kurang profesional. Namun kami sesalkan kenapa seolah direksi menyalahkan pekerja dan malah bersekongkol untuk mendukung keberadaan vendor ini (MTI)? Kenapa tidak malah mengembalikan pelayanan seperti semula dengan pekerjakan kembali para karyawan andal terdahulu?" tutur dia.

Hazris berharap kepada pengguna jasa termasuk media massa dan stakeholders pelabuhan untuk terus mengawasi JICT dalam menjaga tingkat produktivitas. Secara bersama-sama, pengguna jasa termasuk eksportir dan importir harus berani mengingatkan dan memprotes kebijakan direksi JICT apabila tidak memberikan perhatian memadai terhadap pelayanan pelabuhan.

"Sebuah ironi manakala kita melihat fakta buruk pelayanan JICT tetapi pada sisi lain kita saksikan direksi melakukan kebijakan kontraproduktif dan memecat ratusan karyawan yang telah mengabdi bertahun-tahun untuk keuntungan perusahaan," papar Hazris.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Berikan Pendidikan untuk...
Berikan Pendidikan untuk Anak Putus Sekolah, JICT Raih 2 Penghargaan ISDA 2021s
Tanggap Perubahan Iklim...
Tanggap Perubahan Iklim dan SDGS, JICT Gelar Semiloka Lingkungan Hijau
Pakai Teknologi Modern,...
Pakai Teknologi Modern, JICT Tambah Fasilitas Bongkar Muat dengan 2 Quay Crane Baru
JICT Tanjung Priok,...
JICT Tanjung Priok, Pelabuhan Pertama Peraih Sertifikasi ISO 22301
Ujung Tombak Perekonomian...
Ujung Tombak Perekonomian RI, Volume JICT 2024 Tembus 2,2 Juta TEUS
JICT Komitmen Persingkat...
JICT Komitmen Persingkat Waktu Singgah Kapal di Pelabuhan Tanjung Priok
Berita Terkini
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
8 menit yang lalu
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
25 menit yang lalu
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
39 menit yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
58 menit yang lalu
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
1 jam yang lalu
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
1 jam yang lalu
Infografis
3 Penyebab Para Jenderal...
3 Penyebab Para Jenderal Israel Sudah Tak Ingin Serang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved