Bos Baidu: Sentimen Anti-China dari Trump Merugikan Dunia

Rabu, 24 Januari 2018 - 18:41 WIB
Bos Baidu: Sentimen...
Bos Baidu: Sentimen Anti-China dari Trump Merugikan Dunia
A A A
DAVOS - Presiden perusahaan internet China, Baidu, Ya-Qin Zhang mengeluh soal sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Kepada CNBC, Rabu (24/1/2018), Zhang menyatakan sentimen anti-China dari pemerintahan Donald Trump "merugikan" seluruh dunia.

Zhang ngomel-ngomel karena sejumlah perusahaan China menghadapi masa sulit di Amerika Serikat sejak Trump menjadi presiden. Diantaranya Trump tidak menyetujui Alibaba Ant Financial untuk mengakuisisi MoneyGram, menolak perusahaan ponsel China Huawei bekerja sama dengan AT&T untuk memasarkan telepon genggam China di AS, dan menghalangi investasi Baidu di Negeri Paman Sam.

"Saya khawatir. Dan Anda tahu beberapa sentimen anti-China, anti-globalisasi dari Trump ini merugikan China. Juga akan merugikan Amerika Serikat dan negara-negara lain di dunia," keluhnya.

Zhang mengatakan tidak berpikir akan terjadi sentimen seperti saat ini. Karena menurutnya, Amerika Serikat adalah negara yang hebat, di mana banyak talenta global dan teknologi mutakhir.

Meski demikian, kata Zhang, Baidu tetap akan meningkatkan kehadirannya di AS. Ia memiliki pusat penelitian dan pengembangan di Silicon Valley yang berfokus kepada kecerdasan buatan. Perusahaan juga baru saja membeli xPerception, perusahaan Amerika yang mengembangkan perangkat lunak persepsi visual, yang fokus pada mobil tanpa sopir.

Pusat penelitian Badiu di Silicon Valley, kata Zhang, memiliki sekitar 200 karyawan. Dan Baidu berencana meningkatkan jumlah karyawan antara 50 hingga 100 orang pada tahun ini.

Baidu merupakan mesin pencari yang sering dijuluki "Google of China" hadir di AS bukan untuk menandingi Google. Mereka datang berfokus pada penelitian kecerdasan buatan dan sejumlah aplikasi seluler. Produk perangkat lunak mobil utama tanpa sopir mereka disebut proyek Apollo, dan akan membawanya ke AS.

"Kami akan mencoba memperluas Apollo ke Amerika Serikat. Karena sangat jelas, AS merupakan pasar penting bagi kami," kata Zhang.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Warga AS Borong Produk...
Warga AS Borong Produk China di TikTok dan Amazon
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Layanan Pos AS Berhenti...
Layanan Pos AS Berhenti Menerima Paket dari China dan Hong Kong
Persidangan Pidana Donald...
Persidangan Pidana Donald Trump atas Tuduhan Pemalsuan Catatan Bisnis di New York
Gegara Trump, Pengusaha...
Gegara Trump, Pengusaha Waspadai Banjir Produk Impor Murah China di 2025
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Ancam Putuskan Hubungan dengan China
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
3 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
3 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
5 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved