Dukung Industri Semen Indonesia, Warga Rembang Enggan Dipolitisasi

Kamis, 25 Januari 2018 - 20:45 WIB
Dukung Industri Semen...
Dukung Industri Semen Indonesia, Warga Rembang Enggan Dipolitisasi
A A A
REMBANG - Kehadiran pabrik PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah terus mendapatkan dukungan dari warga sekitar. Bahkan mereka menolak untuk dipolitisasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah tahun 2018 setelah mencuat anggapan bahwa mereka selama ini tidak diperhatikan bahkan merasa terganggu dengan kehadiran pabrik.

Sikap ini dikemukakan oleh paguyuban warga Ring 1 pabrik Semen Rembang yaitu Desa Tegaldowo, Timbrangan, Pasucen, Kajar dan Kadiwono yang tergabung dalam Laskar Brotoseno. "Jadi ada yang bilang petani Kendeng harus diperhatikan karena selama ini menolak Semen Rembang. Patut diingat, kami Rembang telah jelas bukan Kendeng, beda itu," ujar sesepuh Laskar Brotoseno, Akhmad Akhid, Kamis (25/1).

Ia menuturkan, justru mayoritas warga di dekat areal Semen Rembang selama ini mendukung kehadiran dan keberadaan pabrik. Alasannya terang dia, lantaran telah terbukti Semen Rembang membawa kesejahteraan untuk warga.

"Jadi tolong kami jangan dibawa-bawa dalam kaitan Pilkada Jawa Tengah tahun ini. Kami tidak ada hubungannya. Kami merasa pabrik semen telah membawa dampak positif peningkatan taraf hidup dan bukan karena faktor dukungan politik," tegasnya.

Akhid mengungkapkan, penolak Semen Rembang di desa-desa sekitar pabrik jumlahnya hanya sekitar lima persen. Sebaliknya, menurutnya justru yang menolak adalah orang di luar Rembang. Diharapkan tanpa dukungan politis apapun, warga Rembang terutama di sekitar areal pabrik semen berharap agar industri negara tersebut dapat segera beroperasi.

"Selama ini kami merasakan banyak perubahan positif. Anak-anak dapat dukungan sekolah, terbukanya kesempatan kerja, ada peningkatan kualitas keahlian yang diberikan Semen Rembang ke warga, desa juga lebih baik infrastrukturnya," ungkapnya

Karena itu, Akhid menuturkan, konteks dukungan warga kepada Semen Rembang sebab adalah dampak kesejahteraan. Ditegaskan olehnya, amat jelas bahwa jangan sampai warga Rembang diklaim sebagai petani Kendeng kemudian dipolitisir.

Sebagai informasi, sampai saat ini Semen Rembang masih belum beroperasi secara maksimal sebab terganjal aturan KLHS nasional yang sedang memvalidasi tahap kedua kelayakan wilayah penambangan di Pegunungan Kendeng.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dihadiri Direksi SIG,...
Dihadiri Direksi SIG, Tudang Sipulung PT Semen Tonasa Berlangsung Semarak
Ini Inovasi Mitra Binaan...
Ini Inovasi Mitra Binaan SIG Guna Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19
Pendapatan Tergerus,...
Pendapatan Tergerus, Laba Semen Indonesia Naik Tipis jadi Rp450 M
SIG Kenalkan Metode...
SIG Kenalkan Metode Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan di Jatim Environment Exhibition & Forum 2022
Mampu Tumbuh saat Pandemi,...
Mampu Tumbuh saat Pandemi, Bos SIG Diganjar Penghargaan Best CEO
Januari-September 2020,...
Januari-September 2020, SIG Bukukan Laba Bersih Rp1,54 Triliun
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
3 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
3 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
3 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
4 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
4 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
4 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved