Harga Minyak Dunia Tembus Rp70/Barel Ditopang Permintaan Kuat
Senin, 29 Januari 2018 - 11:21 WIB
Harga Minyak Dunia Tembus Rp70/Barel Ditopang Permintaan Kuat
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia menguat pada awal perdagangan, Senin (29/1/2018) didukung oleh penguatan permintaan serta pelemahan dolar Amerika Serikat (USD) ditambah terus berlanjutnya upaya pengurangan pasokan yang dipimpin OPEC dan Rusia. Meski begitu banyak analis yang memperkirakan harga minyak mentah akan menurun di akhir tahun.
Seperti dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada level USD66,34 per barel atau mengalami kenaikan sebesar 20 sen yang setara dengan 0,3% dari sesi terakhir. Sementara harga minyak mentah berjangka Brent yang menjadi patokan Internasional tembus level USD70,49 per barel meski terpeleset 3 sen di bawah sesi sebelumnya.
Kokohnya pasar minyak dunia ditopang oleh restrukturisasi pasokan yang dipimpin Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) dan Rusia, yang dimulai pada bulan Januari tahun lalu dan dijadwalkan tetap berlangsung hingga 2018. Pengendalian persediaan minyak dunia ditambah dengan pertumbuhan permintaan minyak telah mendorong naik harga minyak mentah hampir 60% sejak pertengahan 2017.
Para pelaku pasar mengatakan harga minyak dunia sedikit banyak juga didukung oleh pelemahan USD yang tercatat telah kehilangan lebih dari 3% terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Sejak awal tahun indeks dolar AS menyusut hampir 13% sejak Januari 2017.
"Kebijakan fiskal yang longgar di A.S., pemulihan pertumbuhan di Eropa dan percepatan pertumbuhan EM (emerging market) semua digabungkan dengan penyusutan dolar untuk mendorong harga minyak lebih tinggi," ucap Merrill Lynch dari Bank of America.
Bank AS JP Morgan menerangkan, kondisi tersebut membuat pergerakan harga minyak dunia pada 2018 bakal bertambah USD10 menjadi USD70 per barel untuk Brent dan USD10,70 per barel untuk WTI menjadi USD65,63. "Kami memperkirakan Brent akan menyentuh mendekati USD78 per barel menjelang akhir Q1 2018 atau awal Q2 2018," tambahnya.
Seperti dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada level USD66,34 per barel atau mengalami kenaikan sebesar 20 sen yang setara dengan 0,3% dari sesi terakhir. Sementara harga minyak mentah berjangka Brent yang menjadi patokan Internasional tembus level USD70,49 per barel meski terpeleset 3 sen di bawah sesi sebelumnya.
Kokohnya pasar minyak dunia ditopang oleh restrukturisasi pasokan yang dipimpin Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) dan Rusia, yang dimulai pada bulan Januari tahun lalu dan dijadwalkan tetap berlangsung hingga 2018. Pengendalian persediaan minyak dunia ditambah dengan pertumbuhan permintaan minyak telah mendorong naik harga minyak mentah hampir 60% sejak pertengahan 2017.
Para pelaku pasar mengatakan harga minyak dunia sedikit banyak juga didukung oleh pelemahan USD yang tercatat telah kehilangan lebih dari 3% terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Sejak awal tahun indeks dolar AS menyusut hampir 13% sejak Januari 2017.
"Kebijakan fiskal yang longgar di A.S., pemulihan pertumbuhan di Eropa dan percepatan pertumbuhan EM (emerging market) semua digabungkan dengan penyusutan dolar untuk mendorong harga minyak lebih tinggi," ucap Merrill Lynch dari Bank of America.
Bank AS JP Morgan menerangkan, kondisi tersebut membuat pergerakan harga minyak dunia pada 2018 bakal bertambah USD10 menjadi USD70 per barel untuk Brent dan USD10,70 per barel untuk WTI menjadi USD65,63. "Kami memperkirakan Brent akan menyentuh mendekati USD78 per barel menjelang akhir Q1 2018 atau awal Q2 2018," tambahnya.
(akr)
Lihat Juga :