Penurunan Harga Minyak Dunia Meluas Terbebani USD
Selasa, 30 Januari 2018 - 12:20 WIB
Penurunan Harga Minyak Dunia Meluas Terbebani USD
A
A
A
TOKYO - Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Selasa (30/1/2018) seiring kenaikan stok minyak Amerika Serikat (AS) ditambah pelemahan permintaan untuk minyak mentah. Selanjutnya sentimen penguatan USD mendorong Brent kembali di bawah level USD70 per barel.
Seperti dilansir Reuters, harga minyak mentah Brent yang menjadi patokal global turun 33 sen atau 0,5% menjadi USD69,13 per barel pada pukul 03.31 GMT. Kontrak untuk pengiriman Maret ditutup turun USD1,06 atau 1,5% menjadi USD69,46 per barel, awal pekan kemarin.
Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 47 sen atau 0,7% menjadi USD65,09 per barel. Pada perdagangan Senin kemarin, WTI juga sempat turun 58 sen atau 0,9% ke posisi USD65,56/Barel. Harga ini masih berada dalam tren kenaikan secara bulanan secara beruntun.
"Pasar tetap rapuh pada sisi negatifnya," kata Stephen Innes, Kepala Perdagangan untuk Asia Pasifik di pialang berjangka Oanda di Singapura, mengutip lonjakan jumlah pengeboran rig untuk minyak di Amerika Serikat.
Produksi AS sudah setara dengan Arab Saudi, yang merupakan produsen terbesar di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Hanya Rusia yang memproduksi lebih banyak, dengan rata-rata 10,98 juta barel per hari (bpd) pada 2017.
Tercatat output Negeri Paman Sam -julukan AS- telah melonjak lebih dari 17% sejak pertengahan 2016 dan diperkirakan akan melampaui 10 juta bpd dalam waktu dekat. Drillers di AS bertambah 12 rig minyak untuk produksi baru dalam minggu ini sampai 26 Januari, berdasarkan laporan Baker Hughes.
Reli baru-baru ini pada harga minyak telah didorong oleh tergelincir USD secara berturut-turut secara mingguan. Greenback turun 3% sejauh bulan ini. Harga minyak di mata uang AS, sehingga dolar yang turun dapat meningkatkan permintaan minyak mentah dari pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.
Seperti dilansir Reuters, harga minyak mentah Brent yang menjadi patokal global turun 33 sen atau 0,5% menjadi USD69,13 per barel pada pukul 03.31 GMT. Kontrak untuk pengiriman Maret ditutup turun USD1,06 atau 1,5% menjadi USD69,46 per barel, awal pekan kemarin.
Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 47 sen atau 0,7% menjadi USD65,09 per barel. Pada perdagangan Senin kemarin, WTI juga sempat turun 58 sen atau 0,9% ke posisi USD65,56/Barel. Harga ini masih berada dalam tren kenaikan secara bulanan secara beruntun.
"Pasar tetap rapuh pada sisi negatifnya," kata Stephen Innes, Kepala Perdagangan untuk Asia Pasifik di pialang berjangka Oanda di Singapura, mengutip lonjakan jumlah pengeboran rig untuk minyak di Amerika Serikat.
Produksi AS sudah setara dengan Arab Saudi, yang merupakan produsen terbesar di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Hanya Rusia yang memproduksi lebih banyak, dengan rata-rata 10,98 juta barel per hari (bpd) pada 2017.
Tercatat output Negeri Paman Sam -julukan AS- telah melonjak lebih dari 17% sejak pertengahan 2016 dan diperkirakan akan melampaui 10 juta bpd dalam waktu dekat. Drillers di AS bertambah 12 rig minyak untuk produksi baru dalam minggu ini sampai 26 Januari, berdasarkan laporan Baker Hughes.
Reli baru-baru ini pada harga minyak telah didorong oleh tergelincir USD secara berturut-turut secara mingguan. Greenback turun 3% sejauh bulan ini. Harga minyak di mata uang AS, sehingga dolar yang turun dapat meningkatkan permintaan minyak mentah dari pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.
(akr)
Lihat Juga :