Harga Beras dan Rokok Jadi Penyumbang Utama Inflasi Januari

Kamis, 01 Februari 2018 - 12:14 WIB
Harga Beras dan Rokok...
Harga Beras dan Rokok Jadi Penyumbang Utama Inflasi Januari
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi pada Januari 2018 yang mencapai 0,62%. Penyebab utama terjadinya inflasi pada periode tersebut karena adanya kenaikan harga beras, rokok kretek filter, dan rokok kretek pada periode tersebut.

(Baca: BPS: Inflasi Januari 2018 Tembus 0,62% )

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, hampir seluruh kelompok pengeluaran memang mengalami inflasi. Namun, yang paling tertinggi terjadi pada bahan makanan yang inflasinya mencapai 2,34% dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,48%.

Menurutnya, yang memberikan andil terhadap inflasi dari kelompok bahan makanan adalah kenaikan harga beras. "Harga beras penyumbang terbesar inflasi Januari 2018 sebesar 0,24%. Kemudian disusul oleh daging ayam ras 0,07%, ikan segar 0,05%, cabai rawit 0,04%, dan cabai merah 0,03%, dan beberapa sayuran 0,01%. Yang sumbangan deflasi yaitu telur ayam ras dan bawang merah masing-masing 0,01% andilnya," kata dia di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Kecuk menuturkan, untuk kelompok makanan jadi, minuman rokok, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,43% dengan andil 0,08%. Adapun yang memberikan andil terhadap inflasi dari kelompok ini, rokok kretek filter 0,02% dan rokok kretek 0,01%.

"Ini karena adanya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang kenaikan tarif cukai rokok mulai berlaku 1 Januari 2018. Jadi, ada andil dari rokok kretek filter dan rokok kretek," imbuh dia.

Sementara, untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,23% dengan andil sebesar 0,06%. Yang paling dominan memberikan andil terhadap inflasi pada kelompok ini adalah kenaikan upah dari tukang yang bukan mandor dan pembantu rumah tangga (PRT).

Selanjutnya, untuk kelompok sandang inflasinya sebesar 0,5% dan andilnya 0,03%. Andil terbesar disebabkan oleh kenaikan harga emas dan perhiasan yaitu sebesar 0,02%. "Ini mengikuti pergerakan harga emas di pasar internasional," tuturnya.

Masih menurut Kecuk, untuk kelompok kesehatan dan pendidikan inflasinya cukup rendah sedangkan untuk kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,28% dan andilnya 0,05%. Komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi adalah penurunan tarif angkutan udara dan kereta api, serta harga pertamax dan pertalite.

"Dengan demikian, menurut komponen bahwa inflasi 0,62% itu penyebab utamanya adalah harga barang bergejolak (volatile foods) sumbangannya 0,47%, sementara administred price mengalami deflasi -0,15%," tandas dia.

Dia menuturkan, untuk kelompok kesehatan dan pendidikan inflasinya cukup rendah. Sedangkan untuk kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,28% dan andilnya 0,05%. Komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi yaitu penurunan tarif angkutan udara dan kereta api, serta harga pertamax dan pertalite mengalami inflasi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
2 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
4 jam yang lalu
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
4 jam yang lalu
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved