Penghimpunan Dana di Pasar Modal Jatim Meroket 360,2%

Kamis, 01 Februari 2018 - 22:03 WIB
Penghimpunan Dana di...
Penghimpunan Dana di Pasar Modal Jatim Meroket 360,2%
A A A
SURABAYA - Industri pasar modal di Jawa Timur (Jatim) selama 2017 menunjukkan kinerja positif. Ini tercermin dari peningkatan jumlah dana yang dihimpun mencapai Rp853 miliar atau tumbuh 360,2% dibanding 2016.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 4 Jatim Heru Cahyono mengatakan, peningkatan tersebut bersumber dari penawaran umum perdana 4 emiten yang merupakan jumlah penawaran umum terbanyak kedua setelah DKI Jakarta.

Selain itu, jumlah investor pasar modal Jatim pada 2017 meningkat 15,94% menjadi 76.381 Single Investor Identification (SID). "Meski kinerja pasar modal cukup bagus, tapi literasi masyarakat terhadap salah satu jenis investasi ini masih kurang," katanya di Surabaya, Kamis (1/2/2018).

Pemahaman masyarakat di Jatim terhadap investasi di pasar modal sangat kecil. Saat ini baru sekitar 67.000 orang atau 0,1% dari total jumlah penduduk di Jatim sekitar 39 juta jiwa yang memahami investasi di pasar modal. Kondisi ini menjadi tantangan untuk pasar modal.

Pihaknya mendorong masyarakat yang lebih luas agar bisa masuk dan mau berinvestasi di pasar modal. "Berinvestasi di pasar modal memberi keuntungan yang lebih besar pada investor ketimbang perbankan," ujarnya.

Jatim, lanjut dia, memiliki potensi yang cukup besar untuk memberikan kontribusi bagi pengembangan pasar modal di Indonesia ke depan. Selain menarik lebih banyak pemain saham, yang tak kalah penting juga menggaet para pelaku usaha pemula (start up) yang banyak tumbuh di Jatim.

Para start up ini cukup potensial juga untuk diajak go public untuk menarik masyarakat lebih luas agar mau berinvestasi di pasar modal. "Saat ini start up banyak bermunculan. Ini potensi yang harus ditangkap dengan baik," katanya.

Investasi di pasar modal diklaim lebih menguntungkan dibanding produk lain seperti emas dan deposito. Rata-rata tingkat imbal hasil investasi di pasar modal selama 10 tahun terakhir sebesar 21,18%, lebih tinggi dibanding rata-rata suku bunga deposito perbankan selama 10 tahun terakhir yang hanya sebesar 7,47%.

"Karena imbal hasilnya menarik, kami terus mendorong agar bisa berinvestasi di pasar modal. Sejauh ini, investor di Jatim paling banyak berasal dari Surabaya dan kota-kota yang ada di sekitarnya," tuturnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Literasi Investasi Saham...
Literasi Investasi Saham Berbasis Syariah
Pembukaan Perdagangan...
Pembukaan Perdagangan Dalam Rangka HUT ke-47 Pasar Modal Indonesia
Penghimpunan Dana di...
Penghimpunan Dana di Pasar Modal pada Juni 2023 Sebesar Rp154,13 Triliun
Kolaborasi untuk Menciptakan...
Kolaborasi untuk Menciptakan 1 Juta Investor Baru di Pasar Modal
AEI Rayakan HUT ke-37,...
AEI Rayakan HUT ke-37, Pasar Modal Indonesia Terus Tunjukan Penguatan
Alhamdulillah, Belajar...
Alhamdulillah, Belajar Analisis Fundamental Syariah GRATIS di Webinar MNC Sekuritas!
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
1 jam yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
2 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
4 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
4 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
5 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved