Yvon Chouinard Menolak Disebut Pebisnis

Selasa, 13 Februari 2018 - 14:55 WIB
Yvon Chouinard Menolak...
Yvon Chouinard Menolak Disebut Pebisnis
A A A
SELAMA periode pertengahan 1980-an dan 1990-an, ketika perusahaan pakaian dan peralatan outdoor Patagonia mulai tumbuh, Yvon Chouinard sadar bahwa ia memang seorang pengusaha. "Saya ingin menjauhkan diri saya sejauh mungkin dari sosok pengusaha," tulis Chouinard dalam bukunya. "Jika saya harus menjadi pengusaha, saya akan melakukannya sesuai dengan keinginan saya sendiri," ungkapnya.

Pada 1986, perusahaan tersebut menyumbangkan 10% keuntungan kepada kelompok-kelompok kecil yang bekerja untuk menyelamatkan lingkungan; Patagonia kemudian menaikkan janji tersebut menjadi 1% dari penjualan jika jumlahnya lebih tinggi. Pada 1988, perusahaan ini meluncurkan kampanye lingkungan nasional pertamanya, sebuah dorongan untuk de-urbanisasi Lembah Yosemite.

Setelah krisis lain di awal 1990an, Patagonia justru berupaya memperlambat pertumbuhannya. Tapi perusahaan outdoor tersebut masih berkembang dengan kecepatan tinggi. Dalam bukunya, Chouinard mengatakan penjualannya tumbuh 25% di tengah krisis keuangan 2008-2009, dan keuntungan meningkat tiga kali lipat antara 2008 dan 2014.

"Sebagian besar perusahaan akan memimpikan jenis pertumbuhan itu," kata Andrew Alvarez, seorang analis pakaian jadi di firma riset IBISWorld. "Saya pikir mereka bukan perusahaan yang anti-kemapanan, tapi sangat menyadari tujuan perusahaan untuk kembali ke alam, menjadikannya bagian dari bisnis model," ungkapnya.

Tapi, sejumlah karyawan Patagonia memastikan bahwa moto perusahaan memang untuk amal. Seperti pada awal 1990-an, di mana Patagonia mulai menggunakan kapas organik, dan melatih Nike dan Gap tentang bagaimana membuat peralihan terhadap produk raham lingkungan.

Pada awal 2000-an, Patagonia bermitra dengan produsen peralatan pancing Blue Ribbon Flies untuk menciptakan gerakan 1% for the Planet, sebuah koalisi bisnis yang berjanji untuk menyumbangkan 1% dari penjualan mereka ke lingkungan. Pada 2009, Chouinard berbicara dengan pembeli Wal-Mart di seluruh dunia tentang bagaimana raksasa ritel dapat menerapkan bisnis ramah lingkungan. "Ini nyata, bukan sebuah cerita, bukan strategi, ini adalah hal yang nyata," kata Craig Wilson, mantan karyawan Patagonia yang bekerja di departemen pemasaran dan digital perusahaan selama delapan tahun sampai 2006.

Wilson menulis sebuah buku yang merinci bagaimana model bisnis Patagonia bisa menyelamatkan perusahaan sekaligus menyelamatkan planet ini.

Chouinard, dianggap telah mencapai dan menjalankan filosofi hidupnya. Yakni menciptakan sebuah bisnis yang mengilhami orang lain untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar mereka. Chouinard masih melakukan traveling sepanjang tahun. "Apa pun yang ingin dia lakukan, dia melakukannya karena dia percaya akan hal itu," kata temannya Tompkins Buell.

Di usia 78, Yvon Chouinard mampu mentransformasi obsesinya terhadap mendaki, dan merawat lingkungan, menjadi salah satu perusahaan yang sangat populer di dunia.

Surfing Lebih Penting dari Bekerja
Sepanjang hidupnya Yvon Chouinard berselancar, menjelajah berbagai tempat di dunia. Prinsip hidupnya adalah jangan sampai bisnis atau pekerjaan menjadi penghadang jika ada ombak yang bagus. Dan ternyata prinsip tersebut ia terapkan juga di karyawannya. "Kami memiliki kebijakan, jika ada ombak bagus, hentikan pekerjaanmu dan berselancarlah," ujar Chouinard. "Saya tidak peduli kapan Anda bekerja selama semua tugas Anda selesai," tambahnya.

Chouinard,78, belajar autodidak bagaimana cara berbisnis, tapi tidak pernah sekalipun mengalihkan passion-nya pada dunia outdoor. "Sampai sekarang saya selalu mengambil libur panjang, yakni mulai Juni sampai November," katanya. "Saya memiliki tempat di Jackson Hole dan memancing setiap hari. Selama itu saya hanya kembali ke kantor tiga kali dalam 5 bulan. Staf saya tahu, jika tidak ada gudang yang terbakar, jangan hubungi saya. Lagi pula, apa yang harus saya kerjakan ketika semua staf sudah tahu tugasnya," bebernya.

Ia lantas membandingkan stafnya dengan semut. "Koloni semut tidak memiliki bos. Karena semua orang tahu apa pekerjaannya dan bagaimana menyelesaikan pekerjaannya," ungkap Chouinard. Selain memberikan kebebasan bagi karyawan untuk membagi waktu sendiri untuk bekerja dan surfing, Patagonia juga punya kebijakan tegas soal orang tua yang bekerja. Termasuk day care berkualitas yang disediakan oleh perusahaan.

Menurut Chouinard, kualitas dari childcare sangat penting karena anak-anak belajar lebih banyak dari usia lahir sampai lima tahun dibandingkan sepanjang hidup mereka. Meski mahal, Chouinard melihatnya sebagai investasi. "Saya memiliki 70 persen wanita yang bekerja untuk saya. Mulai dari bawah hingga upper management. Saya tidak mau kehilangan mereka," sebutnya.

Aplikasi Jodoh untuk Pencinta Alam
Walau berusia 78 tahun, Yvon Chouinard tetap sangat terbuka dengan teknologi. Lihat saja bagaimana Patagonia baru-baru ini meluncurkan platform digital atau aplikasi Patagonia Action Works. Aplikasi tersebut memiliki tujuan sosial, yakni menghubungkan orang-orang yang peduli terhadap lingkungan dan bergabung dalam organisasi nirlaba. Selama 40 tahun berdiri, Patagonia telah berdonasi hingga USD90 juta untuk organisasi nonprofit yang berfokus pada lingkungan. Perusahaan tersebut juga paling aktif menentang kebijakan Presiden Trump untuk mengalihfungsikan tanah publik dengan deklarasi "Presiden Trump Mencuri Tanah Anda".

Patagonia Action Works merupakan aplikasi yang dapat menghubungkan beberapa orang sekaligus, juga membuat mereka lebih aktif ke event, petisi, dan volunteering. "Aplikasi ini akan menghubungkan komunitas kami, teman, dan konsumen langsung ke organisasi nirlaba lokal terkait isu yang mereka pedulikan," ujar Lisa Pike Sheehy, Vice President Environmental Activism Patagonia. Contohnya jika Anda seorang pelaku seperti di Cincinnati, Anda bisa mendukung organisasi nirlaba untuk melindungi sungai. Lewat aplikasi tersebut, organisasi juga dapat menerima dan mengirim donasi, juga menyebarkan undangan.

(Baca juga: Yvon Chouinard, dari Pendaki Jadi Biliuner )
(amm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bikin Pelanggan Betah!...
Bikin Pelanggan Betah! Panduan Lengkap Bikin Chatbot WhatsApp Business, Dijamin Auto Cuan!
Indonesia Visionary...
Indonesia Visionary Leader Season XII Angkat Tema Kepala Daerah sebagai Penjaga Resiliensi Ekonomi
Indonesia Visionary...
Indonesia Visionary Leader, Strategi Jitu Visi 15 Kepala Daerah Bangkit dari Pandemi Covid-19
MPI Gelar IVL Season...
MPI Gelar IVL Season IX, Hari Ini Kepala Daerah Beberkan Strategi Percepatan Ekonomi
Wali Kota Banda Aceh...
Wali Kota Banda Aceh Terima Penghargaan IVL dari MPI
Terima Penghargaan IVL,...
Terima Penghargaan IVL, Wali Kota Banda Aceh Komitmen Bangkitkan UMKM
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
3 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
5 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
8 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
9 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Menolak Bayar...
Ukraina Menolak Bayar Utang Rp5.705 Triliun kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved