Indef Kritisi Kemampuan Pemerintah Ciptakan Lapangan Kerja

Selasa, 20 Februari 2018 - 22:46 WIB
Indef Kritisi Kemampuan...
Indef Kritisi Kemampuan Pemerintah Ciptakan Lapangan Kerja
A A A
JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai penciptaan lapangan kerja di bawah pemerintahan Jokowi-JK pada tiga tahun terakhir masih belum optimal. Pemerintah masih memiliki banyak PR dalam mendorong terciptanya lapangan kerja, yang merupakan kunci pengentasan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.

Ekonom Senior Indef, Dradjad Wibowo, menilai ada dua indikator kelemahan dalam penciptaan kerja di era pemerintahan saat ini. Kinerja yang masih belum maksimal untuk rata-rata tambahan penduduk bekerja dan rasio penciptaan kerja.

Rata-rata penambahan penduduk bekerja selama tiga tahun pemerintahan Jokowi sebesar 2,13 juta penduduk. "Ini lebih rendah dari masa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono sebesar 2,87 juta penduduk," ujar Drajad di Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Sementara untuk rasio penciptaan kerja (RPK) era pemerintahan Jokowi-JK tercatat 426.297 penduduk per 1% pertumbuhan ekonomi. Hal ini lebih rendah dari era SBY-Boediono sebesar 467.082 penduduk.

Dirinya berharap agar pemerintah memperbaiki kualitas penyerapan lapangan kerja dan juga memperbaiki regulasi yang menghalangi penyerapan lapangan kerja.

Pihaknya menggunakan dua indikator untuk menghitung rumusan Rasio Penciptaan Kerja (RPK) yang digagas mereka pada dekade 2000-an, yakni rata-rata tambahan jumlah penduduk bekerja dan pertumbuhan ekonomi.

"Indef menyarankan agar pemerintah lebih fokus untuk penciptaan lapangan kerja terutama sektor ekonomi produktif. Dan jangan buat aturan yang merusak penyerapan lapangan kerja," ujar Dradjad.

Meskipun secara hitung-hitungan total Jokowi-JK berada di bawah SBY-Boediono dalam hal penciptaan kerja, namun RPK tertinggi dalam 10 tahun terakhir terjadi di era kepemimpinan Jokowi-JK, tepatnya pada 2017.

Dradjad mencatat, terjadi peningkatan di luar kebiasaan terkait penciptaan lapangan kerja pada tahun lalu, yaitu 641.183, naik dari 2016 sebesar 338.312. Angka tersebut juga masih lebih tinggi dibanding RPK masa SBY-Boediono pada 2012, yang sebesar 589.104.

Walaupun upaya membuka lapangan kerja pada tiga tahun awal era Jokowi-JK masih kalah dari SBY-Boediono, mereka masih lebih baik dari tiga tahun awal kepemimpinan SBY-JK (2005-2007).

"Dampak kenaikan harga BBM di masa SBY-JK turut merusak penciptaan lapangan kerja. Itu menjelaskan kenapa pertambahan penduduk bekerja di era awal SBY-JK terhitung rendah," analisa Dradjad.

Ekonom Senior Indef Andry Satrio Nugroho menilai, rata-rata pertambahan penduduk bekerja pada era pemerintahan Jokowi-JK lebih ditopang oleh sektor transportasi dan pedagangan. Transportasi online terbukti mampu menyelamatkan penciptaan lapangan kerja era Jokowi-JK.

Hal ini terlihat dari sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi yang berhasil memberikan tambahan 169.137 penduduk bekerja per tahun. "Setelah sebelumnya malah berkurang hampir 300 ribu orang pada era SBY-Boediono," ungkap Andry dalam kesempatan sama.

Tidak hanya itu, untuk sektor perdagangan, restoran, jasa akomodasi juga merupakan sektor yang paling tinggi kinerja penciptaan kerja, baik dilihat dari sisi tambahan penduduk bekerja maupun dari RPK.

Dirinya menjelaskan, sektor ini mampu menghasilkan rata-rata pertambahan penduduk bekerja sebesar 1.106.590 penduduk per tahun. Hal ini disebabkan oleh massifnya pertumbuhan e-commerce di Indonesia.

"e-Commerce Indonesia saat ini masih berlangsung dan dukungan sektor pariwisata juga semakin meningkat. e-commerce Indonesia merupakan salah satu yang paling berkembang di Asia dibandingkan dengan negara lain," tambah Andry.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jawaban JK Saat ditanya...
Jawaban JK Saat ditanya Lebih Enak Jadi Wapres SBY atau Jokowi
Komentari Pernyataan...
Komentari Pernyataan JK, Pengamat Anggap Jokowi Ragu Ambil Keputusan
Politikus Demokrat Nilai...
Politikus Demokrat Nilai JK Tak Nyaman Jadi Wapresnya Jokowi
Susilo Bambang Yudhoyono...
Susilo Bambang Yudhoyono Bakal Tampil di Pestapora 2024
Bicara Kritik, Jubir...
Bicara Kritik, Jubir Presiden Jokowi: Terima Kasih Pak SBY dan Pak JK
Ditanya Lebih Enak Jadi...
Ditanya Lebih Enak Jadi Wapres Zaman SBY atau Jokowi, JK Bilang Begini
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
12 menit yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
19 menit yang lalu
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
42 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
1 jam yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved