Harga Minyak Dunia Turun Akibat Stok Minyak AS Melonjak

Rabu, 28 Februari 2018 - 09:39 WIB
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun Akibat Stok Minyak AS Melonjak
A A A
TOKYO - Harga minyak Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI) memperpanjang penurunan untuk hari kedua karena USD menguat dan data industri menunjukkan adanya kenaikan stok minyak mentah dan bensin AS dengan lonjakan produksi di negara tersebut yang menghambat usaha OPEC untuk mengakhiri kelebihan stok minyak global.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (28/2/2017), harga minyak WTI turun 37 sen atau 0,6% menjadi USD62,64 pada pukul 01.42 GMT, setelah turun 90 sen pada sesi sebelumnya. Sementara, harga minyak brent turun 40 sen atau 0,6% menjadi USD66,23 per barel. Kemarin, kontrak turun 87 sen menjadi ditutup pada level USD66,63 per barel.

"Ada tekanan yang terus berlanjut, sebagian besar berasal dari dolar AS yang lebih kuat," kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets di Sydney.

USD naik 0,1% terhadap yen Jepang menjadi 107,43. Greenback yang lebih kuat membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya karena minyak mentah biasanya dihargai dalam USD.

American Petroleum Institute (API) kemarin mengatakan, stok minyak mentah AS naik pekan lalu karena impor meningkat, sementara persediaan bensin naik dan stok distilasi ditarik.

Persediaan minyak mentah naik sebesar 933.000 barel dalam pekan ini menjadi 421,2 juta, dibanding ekspektasi analis untuk kenaikan 2,1 juta barel.

Data API menunjukkan stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, sentra pengiriman turun sebesar 1,3 juta barel, kata API. Kilang minyak mentah turun 209.000 barel per hari.

Data resmi dari Administrasi Informasi Energi AS dijadwalkan keluar hari ini. Produksi minyak AS yang melambung telah menekan masa depan minyak pada saat anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia telah mengurangi produksi dalam upaya untuk mendukung harga.

"Jumlah produksi dan jumlah rig sama pentingnya pada tahap ini, terutama dengan produksi AS yang menembus level 10 juta barel per hari," kata McCarthy.

"Peningkatan lebih lanjut di sana dan terus berlanjut, di mana kita telah melihat percepatan dalam beberapa pekan terakhir, juga bisa menambah tekanan pada kompleks minyak," imbuhnya.

Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional Fatih Birol mengatakan, Amerika Serikat akan menyalip Rusia sebagai produsen minyak terbesar dunia pada 2019.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved