Kenaikan Harga Beras, Rokok dan Pertamax Picu Inflasi Februari
Kamis, 01 Maret 2018 - 12:23 WIB
Kenaikan Harga Beras, Rokok dan Pertamax Picu Inflasi Februari
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menerangkan, salah satu kelompok pengeluaran yang memberikan andil terhadap inflasi adalah kelompok transportasi dan komunikasi. Pasalnya harga pertamax dan pertamax turbo mengalami kenaikan untuk memicu inflasi Februari 2018 yang sebesar 0,17%.
(Baca Juga: Inflasi Februari 2018 Tercatat Terkendali di Angka 0,17% )
Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, pada dasarnya pada periode ini hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. Namun, yang paling tinggi kenaikannya terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dengan inflasi sebesar 0,13% dan andilnya sebesar 0,01%.
"Bahan makanan inflasi 0,13% andilnya 0,01% dengan memperhatikan cuaca kurang sahabat, di dalam kelompok bahan makanan ada yang inflasi tapi banyak yang deflasi," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (1/3/2018).
Dari kelompok tersebut, kata pria yang akrab disapa Kecuk ini, inflasi disebabkan oleh kenaikan harga beras dan bawang putih dengan andil sebesar 0,04%. Selain itu, kenaikan harga ikan segar dan bawang merah dengan andil 0,04%.
"Memang ada penurunan harga beras tapi rata-rata kenaikan 1,1% sehingga ada andil 0,04%, ikan segar dan bawang merah andilnya 0,02%, beberapa sayuran dan buah buahan andilnya 0.01%," imbuh dia.
Sebaliknya, yang mengalami penurunan dan menyumbangkan deflasi adalah daging ayam ras dan telur ayam ras dengan andil 0,04%, cabai merah dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,02%, serta sayuran sebesar 0,01%.
Untuk makanan jadi, inflasinya paling tinggi yaitu sebesar 0,43% dengan andil sebesar 0,07%. "Pertama yang memberikan andil adalah rokok kretek, dan kretek filter masing-masing 0,01% dan beberapa makanan jadi ayam goreng kenaikan 0,01%," imbuh dia.
Sedangkan dari kelompok perumahan dan listrik, inflasinya sebesar 0,22% dengan andil terhadap inflasi 0,05%. Hal ini disebabkan karena ada kenaikan tarif sewa rumah, upah tukang, upah pembantu rumah tangga dengan andil 0,01%. Selain itu, khusus untuk daerah Batam ada kenaikan tarif dasar listrik karena listriknya dikelola oleh Divre PLN 46.
"Untuk sandang dengan inflasi 0,35% andilnya 0,02% dominan andil oleh emas perhiasan, diikuti perkembangan harga emas. Kesehatan aman tidak memberikan andil," tuturnya.
Masih menurut Kecuk, untuk kelompok transportasi dan komunikasi inflasinya sebesar 0,02% dengan andil sebesar 0,01%. Menurut dia, yang dominan memberikan andil terhadap inflasi adalah karena kenaikan harga pertamax dan pertamax turbo.
"Yang dominan memberikan andil inflasi adanya kenaikan bensin untuk pertamax dan pertamax turbo, memberikan andil, sebaliknya yang memberikan deflasi penurunan tarif angkutan udara," tutup Kecuk.
(Baca Juga: Inflasi Februari 2018 Tercatat Terkendali di Angka 0,17% )
Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, pada dasarnya pada periode ini hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. Namun, yang paling tinggi kenaikannya terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dengan inflasi sebesar 0,13% dan andilnya sebesar 0,01%.
"Bahan makanan inflasi 0,13% andilnya 0,01% dengan memperhatikan cuaca kurang sahabat, di dalam kelompok bahan makanan ada yang inflasi tapi banyak yang deflasi," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (1/3/2018).
Dari kelompok tersebut, kata pria yang akrab disapa Kecuk ini, inflasi disebabkan oleh kenaikan harga beras dan bawang putih dengan andil sebesar 0,04%. Selain itu, kenaikan harga ikan segar dan bawang merah dengan andil 0,04%.
"Memang ada penurunan harga beras tapi rata-rata kenaikan 1,1% sehingga ada andil 0,04%, ikan segar dan bawang merah andilnya 0,02%, beberapa sayuran dan buah buahan andilnya 0.01%," imbuh dia.
Sebaliknya, yang mengalami penurunan dan menyumbangkan deflasi adalah daging ayam ras dan telur ayam ras dengan andil 0,04%, cabai merah dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,02%, serta sayuran sebesar 0,01%.
Untuk makanan jadi, inflasinya paling tinggi yaitu sebesar 0,43% dengan andil sebesar 0,07%. "Pertama yang memberikan andil adalah rokok kretek, dan kretek filter masing-masing 0,01% dan beberapa makanan jadi ayam goreng kenaikan 0,01%," imbuh dia.
Sedangkan dari kelompok perumahan dan listrik, inflasinya sebesar 0,22% dengan andil terhadap inflasi 0,05%. Hal ini disebabkan karena ada kenaikan tarif sewa rumah, upah tukang, upah pembantu rumah tangga dengan andil 0,01%. Selain itu, khusus untuk daerah Batam ada kenaikan tarif dasar listrik karena listriknya dikelola oleh Divre PLN 46.
"Untuk sandang dengan inflasi 0,35% andilnya 0,02% dominan andil oleh emas perhiasan, diikuti perkembangan harga emas. Kesehatan aman tidak memberikan andil," tuturnya.
Masih menurut Kecuk, untuk kelompok transportasi dan komunikasi inflasinya sebesar 0,02% dengan andil sebesar 0,01%. Menurut dia, yang dominan memberikan andil terhadap inflasi adalah karena kenaikan harga pertamax dan pertamax turbo.
"Yang dominan memberikan andil inflasi adanya kenaikan bensin untuk pertamax dan pertamax turbo, memberikan andil, sebaliknya yang memberikan deflasi penurunan tarif angkutan udara," tutup Kecuk.
(akr)
Lihat Juga :