Tillerson Minta Negara Afrika Tidak Kehilangan Kedaulatan karena Pinjaman China

Sabtu, 10 Maret 2018 - 06:26 WIB
Tillerson Minta Negara...
Tillerson Minta Negara Afrika Tidak Kehilangan Kedaulatan karena Pinjaman China
A A A
ADDIS ABABA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson dalam kunjungan ke Markas Uni Afrika di Addis Ababa, Ethiopia, memperingatkan negara-negara Afrika untuk tidak "kehilangan kedaulatan mereka" karena pinjaman uang dari Republik Rakyat China.

"Kami (AS) sama sekali tidak berusaha mempengaruhi Afrika untuk tidak menerima uang China. Tapi sangat penting bagi negara-negara Afrika untuk berhati-hati dan mempertimbangkan kesepakatan (dengan China) agar tidak kehilangan kedaulatan," ujarnya seperti dilansir Reuters, Sabtu (10/3/2018).

Ini merupakan kunjungan pertama Tillerson ke Afrika, untuk mengatasi mulai menguatnya dominasi China di benua tersebut. Melalui One Belt One Road, China sedang membangun pangkalan militer di Djibouti, negara Afrika timur, di mana AS juga memiliki pangkalan di sana.

Selain Djibouti, China juga memperluas pengaruhnya ke Chad, Nigeria, Kenya, Ethiopia, dan Uganda. Tiga negara yang disebut terakhir termasuk 10 penerima bantuan luar negeri terbesar AS pada tahun 2016, menurut data United States Agency for International Development.

Namun, belakangan ini, China terus meningkatkan pengaruhnya di Afrika. Menurut Reuters, China sudah melampaui AS sebagai mitra dagang terbesar Afrika sejak tahun 2009. Dan Negeri Tirai Bambu sudah memasok dana besar untuk proyek infrastruktur.

Pernyataan Tillerson langsung mendapat tanggapan dari kantor berita China, Xinhua, yang membantah adanya kolaborasi China-Afrika. "Kekhawatiran Afrika adalah kekhawatiran China, prioritas Afrika adalah prioritas China," ujar Menteri Luar Negeri China, Wang Yi di Kongres Rakyat Nasional di Beijing.

Dengan kekayaan sumber alam dan bonus demografi, Afrika menjadi "peluang" bagi kedua negara. "Peluang utama di Afrika didorong oleh satu aspek, yaitu demografi penduduk," kata Miguel Azevado, kepala investment banking Citigroup untuk Timur Tengah dan Afrika.

Dan 10 populasi termuda di dunia saat ini ada di Afrika. Niger dengan usia rata-rata 14,8 berada di puncak daftar menurut World Economic Forum. Bank Dunia menyatakan demografi dapat menghasilkan pertumbuhan produk domestik bruto 11%-15% di Afrika antara tahun 2011-2030.

"Hanya saja, populasi muda yang sangat besar ini bisa menjadi masalah bila tidak ada lapangan pekerjaan untuk mereka," Azevado memperingatkan. Dengan pertumbuhan ekonomi Afrika yang semakin baik, perusahaan-perusahaan harus memiliki akses ke pasar global, utamanya Afrika.

Azevado mengatakan saat ini, perusahaan-perusahaan di Afrika telah bangkit dari krisis keuangan dengan "model bisnis yang sangat solid" dan mereka menguasai operasinya di benua tersebut. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang siap untiuk meluncur ke pasar saham. Sehingga peluang bisnis di Afrika sangat besar.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Menjaga Tren Pertumbuhan...
Menjaga Tren Pertumbuhan Ekonomi
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Jauh dari Resesi, Aktivitas...
Jauh dari Resesi, Aktivitas Ekonomi Indonesia Kuat dan Membaik
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
China Kalahkan Amerika...
China Kalahkan Amerika Serikat sebagai Negara Terkaya di Dunia
Berita Terkini
Jangan Lewatkan! Spesial...
Jangan Lewatkan! Spesial Akhir Pekan di Alfamidi, Banyak Bonus Menanti
31 menit yang lalu
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
1 jam yang lalu
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
2 jam yang lalu
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
3 jam yang lalu
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
4 jam yang lalu
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
6 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved