China Melemah! Disebut Tak Akan Menyalip Ekonomi AS Sampai 2080

Senin, 05 Februari 2024 - 05:56 WIB
loading...
China Melemah! Disebut...
Lonjakan utang, populasi yang menua hingga krisis properti yang masih terjadi kemungkinan disebut akan membuat China tidak akan pernah melampaui AS untuk menjadi ekonomi terbesar di dunia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Lonjakan utang, populasi yang menua hingga krisis properti yang masih terjadi kemungkinan disebut akan membuat China tidak akan pernah melampaui Amerika Serikat atau AS untuk menjadi ekonomi terbesar di dunia . Hal ini disampaikan oleh ekonom dari sebuah bank investasi terkemuka.

Baca Juga: IMF Prediksi Ekonomi China Terus Memburuk, Terendah 3,4% di 2028

Kepala ekonom global di Citi, Nathan Sheets yang juga mantan pejabat Departemen Keuangan AS di pemerintahan Obama, mengatakan, tidak terhindarkan bahwa ekonomi China sulit melampaui AS setelah Beijing kehilangan kekuatan besar dalam dua tahun terakhir.

Sheets menunjukkan, bahwa China sebenarnya saat ini sedang menyusut dibandingkan dengan AS. Dimana Ekonomi China sekarang setara dengan 65% dari PDB Amerika, atau mengalami penurunan dari 75% pada tahun 2021.

Ia juga mengatakan, banyak faktor yang mendorong kebangkitan China untuk menjadi negara adidaya ekonomi global selama dua dekade terakhir mulai memudar. Baca Juga: Biang Kerok Krisis Properti China, Evergrande Bakal Dibubarkan

Keuntungan urbanisasi, di mana jutaan pekerja pindah dari pedesaan ke kota, sekarang sebagian besar terjebak. Negara ini juga memiliki populasi yang mulai menua, dengan hampir sepertiga penduduknya diperkirakan berusia di atas 60 tahun pada tahun 2040 menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Ledakan konstruksi berbahan bakar utang yang membantu menggerakkan ekonomi domestik juga terhenti. Awal pekan ini seorang hakim Hong Kong memerintahkan, likuidasi pengembang China Evergrande, perusahaan properti dengan utang paling besar di dunia, sebagai simbol dari pengungkapan.

Sheets, yang pernah menjabat sebagai wakil menteri untuk urusan internasional di Departemen Keuangan AS saat kepemimpinan Presiden Obama, memperkirakan, bahwa ekonomi China akan tumbuh rata-rata 4% dalam jangka menengah, turun dari 10% sebelum krisis keuangan.

Dia mengatakan: "Tantangan sangat besar datang dari utang yang terus meningkat, tekanan di sektor properti, demografi yang menua, dan hambatan geopolitik,".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dunia di Ambang Kebangkrutan?...
Dunia di Ambang Kebangkrutan? Utang AS Tembus Rp666.215 Triliun
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Ekonomi China Melambat,...
Ekonomi China Melambat, Generasi Muda Hadapi Pengangguran dan Tekanan Hidup
Ekspor Kuat, Konsumsi...
Ekspor Kuat, Konsumsi Lemah: Dilema Baru Ekonomi China
Protes Pedesaan China...
Protes Pedesaan China Melonjak Tajam di Tengah Tekanan Ekonomi
Rekomendasi
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Bagikan Pangan Gratis...
Bagikan Pangan Gratis dan Gelar Senam Sehat, MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Angkat Program Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved